Connect with us

METROPOLITAN

Honda BRV Milik Warga Bekasi Ringsek Dihantam KA Merak-Krenceng di Cilegon

Published

on

Kondisi Kendaraan milik Nyomo Adi Pati Warga Bekasi saat terjepit badan Kereta Api Penumpanh Krenceng-Merak. (Iyus Lesmana/BantenHits).

Cilegon- Nyomo Adi Pati warga Bekasi, Provinsi Jawa Barat harus rela melihat kendaraan kesayangannya ringsek setelah bertubrukan dengan Kereta Api Merak – Krencemg di Lingkungan Medaksa, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

Informasi diperoleh, peristiwa tersebut terjadi saat Honda BRV dengan nomor Polisi B 1795 FZ yang dikendarai Nyomo Adi Pati akan menuju Lingkungan Medaksa. Namun saat melintasi lintasan kereta tanpa palang pintu terdapat kendaraan dari arah berlawanan sehingga kendaraan BRV Nyomo terpaksa harus mundur karena kondisi jalan yang sempit.

Namun, saat mundur salah satu roda kendaraan milik Nyomo terperosok kedalam selokan dan secara bersamaan kereta api penumpang dengan nomor KA 463 melaju dari arah Merak menuju Stasiun Kerenceng sehingga tabrakan pun tak terhindarkan.

BACA :  Soal Pungli Sertifikasi, Kejari Sebut Laporan LBH KNPI Lebak Tidak Benar

“Mobil ini mau masuk cuma dari sana ada mobil yang mau keluar jadi tidak bisa akhirnya mundur pas mundur kejeblos selokan. Warga coba membantu untuk dorong tapi ada kereta keburu dateng dan nabrak mobil,”kata ujar Suprapto salah seorang warga yang saat itu berada dilokasi kejadian, Jumat, 3 Mei 2019.

Sementara di tempat yang sama Nyomo Adi Pati Pemilik kendaraan mengungkapkan akibat kecelakaan itu ia mengalami kerugian material cukup besar pasalnya kondisi mobil hancur dan terjepit badan kereta api penumpang.

“Body mobil hancur dan kaca pecah akibat terjepit badan kereta. Untungnya saya bisa keluar kalau tetap berada di dalam mobil saya menjadi korban,”ungkapnya.

BACA :  Sengketa Pilkades, BPMPD Pandeglang Digoyang Aksi Unjuk Rasa Bergelombang

Adi menyayangkan tidak ada palang pintu kereta api pada perlintasan itu. Ia berharap agar pengendara lainnya lebih berhati-hati saat melintas di jalan tersebut.

“Harusnya ada palang pintu berikutnya jangan sampai ada korban lagi,”tandasnya.

 

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh