Connect with us

METROPOLITAN

Janda Sebatang Kara di Banjarsari Lebak Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah  

Published

on

Jasat Ayoh saat ditemukan warga dalam kondisi terlentang dan membusuk. Diduga janda paruh baya yang hidup sebatang kara ini tewas akibat penyakit yang dideritanya. (Istimewa).

Lebak- Warga Kampung Cilangkap, Desa Jalupang Girang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di dalam rumah, Jumat, 3 Mei 2019.

Informasi diperoleh, mayat tersebut yakni Ayoh (50) bin Sapta seorang janda paruh baya. Saat ditemukan janda yang diketahui hidup sebatang kara itu tewas dalam keadaan terlentang dan kondisinya sudah membusuk.

Penemuan mayat tersebut bermula saat warga merasa curiga dengan adanya bau busuk yang menyengat di dalam rumah korban.

Untuk memastikan, warga terpaksa membongkar pintu rumah yang sudah dalam kondisi tertutup rapat itu. Benar saja ketika berhasil dibongkar Ayoh ditemukan tewas dengan kondisi tubuh menghitam.

BACA :  Kira-kira Berapa Bunga yang Diterima Pemprov Banten dari BJB selama Kas Daerah Rp 1,9 T Dialihkan dari Bank Banten?

“Mayat itu diketahui bernama Ayoh, statusnya janda dan tinggal di rumah sendirian. Diperkirakan sudah empat hari meninggal dunia,”kata Sertu Sunarya Babinsa Desa Jalupang Girang.

Kata Sunarya, berdasarkan keterangan dari warga setempat, Ayoh memang mempunyai atau mengidap penyakit darah tinggi sejak lama.

“Mayat itu kemudian dilakukan pemeriksaan oleh pihak Puskesmas dan disaksikan oleh Pemerintah Desa bersama Polsek dan Koramil. Kasus tersebut kini ditangani oleh pihak Polsek Banjarsari,”terang Sunarya.

Terpisah, Kapolsek Banjarsari  AKP Suhara AS, Polres Lebak membenarkan penemuan mayat seorang janda tersebut yang sudah membusuk di dalam rumahnya.

“Iya betul, mayat itu seorang janda yang tinggal di rumahnya sendirian karena anaknya di Jakarta. Menurut laporan anggota yang ke TKP, diketahui janda itu tengah sakit tapi sudah berobat. Karena sedang sakit dan habis berobat, kemungkinan dia (korban) istirahat dan mengunci pintu rumahnya. Sampai akhirnya diketahui sudah meninggal,”jelasnya.

BACA :  Pemprov dan Perusahaan Diam Soal Tumpahnya 7 Ribu Ton Batu Bara di Perairan Pandeglang, Warga Gelar Gotong Royong

Editor: Fariz Abdullah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler