Connect with us

METROPOLITAN

Sampah Menumpuk di Drainase Pasar Badak, Pemkab Pandeglang Salahkan Pedagang

Published

on

Kondisi drainase pasar Badak Kabupaten Pandeglang. (Engkos Kosasih/BantenHits).

Pandeglang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang berencana menutup drainase di Pasar Badak Pandeglang dengan plat duiker. Pasalnya, saluran drainase di pasar yang dekat dengan pusat pemerintahan itu kerap di penuhi sampah plastik hingga bekas kardus.

Kabid Kebersihan DLH Pandeglang, Tb Entus Maksudi mengatakan para petugas kebersihan atau pasukan orange kerap membersihkan sampah di wilayah tersebut. Hanya saja, minimnya kesadaran para pedagang di Pasar Badak membuat drainase itu kerap di penuhi sampah.

“Minggu kemarin kita bersihkan, tapi di penuhi sampah lagi. Tidak ada cara lagi selain menutupnya dengan plat duiker, agar para pedagang tidak membuang sampah kesana (Drainase) lagi,”kata Entus kepada BantenHits, Jumat, 10 Mei 2019.

BACA :  Tanto Minta Lulusan STISIP Banten Raya Mampu Berkompetisi

Menurut Entus, jika Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti DPUPR dan Dinas Perkim tidak menganggarkan untuk pengasaan plat duiker, maka DLH sendiri yang akan mengajukan untuk penganganggarannya.

“Kalau mereka (DPUPR dan Perkim) tidak menganggarkan, ya kita (DLH) yang akan menganggarkan, karena ini tidak bisa dibiarkan terus-terusan, khawatir membawa kesan kumuh,”ujarnya.

Entus berharap para pedagang atau masyarakat disekitar pasar tidak membuang sampah sembarangan, agar Pasar Badak terlihat bersih tidak memiliki kesan kumuh.

“Kebersihan ini tanggungjawab kita bersama, jadi saya harap jangan membuang sampah sembarangan,”tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler