Connect with us

METROPOLITAN

Santap Kolak Pisang saat Berbuka Puasa, Satu Keluarga di Cilegon Ngeluh Mual-mual dan Pusing

Published

on

Para Pedagang Takjil yang Berjualan di Pusat Jajanan Ramadhan, di Jalan Abdi Negara Rangkasbitung. (Dok.BantenHits).

Cilegon- Riri Andriyani (26) warga Ramanuju, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon harus dilarikan ke Rumah Sakit Kurnia Cilegon untuk mendapatkan pertolongan medis, Kamis, 9 Mei 2019.

Rini diduga keracunan takjil berupa kolak pisang yang di belinya pada salah seorang pedagang di depan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jombang Kota Cilegon. Tak hanya Rini, suami dan pamannya juga turut dilarikan ke Rumah Sakit karena mengeluh mual-mual dan pusing.

“Pas dimakan sama sekali tidak merasakan apa-apa.Tapi setelah selesai dan berselang 10 menit, baru terasa gejala perut sakit, mual dan kepala pusing, yang makan kolak pisang bukan saya saja tapi suami saya dan paman mengalami gejala yang sama,”ujar Riri salah seorang korban keracunan.

BACA :  Pemkot Tangerang Tindak Tegas Sekolah yang Lakukan Bullying

Mulanya, Riri menduga gangguan sakit di perutnya merupakan kontraksi kehamilan dirinya yang sudah berjalan enam bulan. Namun gangguan pada perutnya tersebut tak kunjung berhenti sehingga ia terpaska meminta pertolongan kepada saudara yang lain  untuk dibawa ke rumah sakit.

”Saya kira perut saya kontraksi karena saya sedang hamil. Setelah mendapatkan perawatan langsung sakitnya berangsur hilang,”ujarnya.

Sementara itu Kepala Seksi Survelence Imunisasi isis Kesehatan (SIKK), Dinas Kesehatan Kota Cilegon Tatang Supriatna mengatakan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat atas peristiwa tersebut pihakny langsung menyambangi korban untuk meminta keterangan.

“Kita meminta keterangan memang korban mengatakan perutnya sakit, mual – mual dan kepala pusing usai makan takjil Kolak. Namun masih terlalu dini untuk memastikan korban keracunan makanan, perlu ada uji laboratorium,”tandasnya.

BACA :  Lansia Asal Pandeglang Tewas Terjepit Kapal di Pelabuhan Merak, Polisi Ungkap Penyebabnya

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler