Connect with us

METROPOLITAN

Tawuran Pemuda Jelang Sahur di Kota Tangerang Direncanakan lewat Tiga Aplikasi Medsos Ini

Published

on

Pencuri Handphone di Mal Balekota Tangerang

Kapolsek Tangerang Kompol Ewo saat menunjukkan barang bukti hasil kejahatan. (Dok.BantenHits.com)

Tangerang – Tawuran pemuda di Kota Tangerang kerap terjadi menjelang sahur selama Ramadan 1440 H. Para pelaku tawuran ini, bahkan melengkapi diri dengan senjata tajam dan senjata lainnya.

Tiga lokasi rawan tawuran berhasil dipetakan Polsek Tangerang, yakni Jembatan Merah Kampung Babakan, Cikokol; Jalan MH Thamrin, Kebon Nanas, Tangerang; dan Jalan Benteng Betawi, Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

BACA JUGA: Anggota Polsek Tangerang Diserang Celurit dan Dipukuli Bambu oleh Sekelompok Pemuda di Depan Transmart Cikokol

“Para kelompok pemuda melakukan aksi tawuran dengan cara membuat janji melalui media sosial Facebook, Instagram, dan WeChat,” kata Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono, Senin pagi, 13 Mei 2019.

BACA :  DPP Gerindra Turunkan Tim Telusuri Perempuan Berinisial LL yang Ngamar dengan Ketua DPRD Lebak sebelum Tewas

Menurut Ewo, para pelaku tawuran ini akan mendatangi lokasi tawuran dengan menggunakan sepeda motor. Seperti yang terjadi pada Minggu, 12 Mei 2019 di Jembatan Merah, Kampung Babakan, Kota Tangerang. Pihaknya langsung menempatkan petugas di lokasi.

Karena di lokasi tersebut sudah ditempatkan beberapa anggota kepolisian baik yang berpakaian dinas maupun berpakaian preman, para pemuda yang diduga akan tawuran akhirnya memilih berkonvoi dengan berboncengan kurang lebih sebanyak 20 unit motor berkeliling di Kota Tangerang.

“Minggu dini hari (12 Mei 2019) menjelang sahur aksi tawuran pecah di depan Transmart Cikokol, Tangerang,” ungkap Ewo.

Dengan sigap, petugas langsung bertindak membubarkan dan memgamankan para pelaku tawuran tersebut, yakni GA (21) yang membawa celurit dan delapan pemuda lainnya, yakni R (22), RA (20), ARN (21), MSM (22), AS (22), RM (19), MI (19), dan WD (20).

BACA :  Korupsi Tunjangan Daerah Pandeglang, Jaksa Sebut Ila Ikut Gelembungkan Data Penerima

“Terhadap pelaku tawuran yang tidak membawa senjata tajam dilakukan pembinaan oleh Unit Bimas, namun sebagai efek jera tetap dilakukan penangkapan selama 1 x 24 jam dan kepada keluarganya diberikan penjelasan serta agar membuat surat pernyataan tidak mengulangi diketahui RT, RW dan lurah setempat. Bagi yang masih sekolah harus diketahui kepala sekolahnya. Untuk yang kedapatan membawa senjata tajam tetap diproses menurut hukum yang berlaku,” tegas Ewo.

Kepolisian mengimbau, kepada warga yang memiliki anak muda supaya turut mengawasi dan melarang anaknya supaya tidak ikut-ikutan tawuran, balapan liar, konvoi motor serta disarankan tidak nongkrong nongkrong hingga dini hari agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

BACA :  Keluarga WH Disebut dalam Diskusi Dinasti Atut

“Sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku membawa senjata tajam, serta mendalami apa motif atas tawuran tersebut,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler