Connect with us

Pemilu

Gawat! Ahli IT ITB Pencipta Robot yang Ungkap Dugaan Manipulasi Form C1 KPU Jadi Korban Kejahatan

Published

on

Hairul Anas Ahli IT ITB Pencipta Robot yang Ungkap Dugaan Manipulasi Form C1 KPU

Hairul Anas Ahli IT ITB saat memaparkan robot ciptaannya yang berhasil ungkap dugaan manipulasi form C1 KPU. (Tangkap layar YouTube)

Tangerang – Hairul Anas, ahli IT ITB berhasil mengungkap dugaan manipulasi form C1 yang ditampilkan layar KPU. Lewat robot ciptaannya, Khoirul Anas mampu memonitoring dan memotret setiap menit kondisi di KPU.

“Ada screen monitoring, ini robot yang saya ciptakan. Boleh sambil diklik. Itu video kanan bawah berjalan sendiri. Ini layar-layar KPU yang saya potret dari menit ke menit, mulai dari halaman nasional sampai TPS (tempat pemungutan suara). Itu dari Aceh, Bali, ada semua,” kata Hairul, saat mengungkapkan fakta kecurangan di Hotel Sahid, Jakarta, seperti dilansir viva.co.id.

Ia memastikan, akan memberikan gambar screenshot situng dari menit ke menit. Karena itu, dia meminta jangan khawatir bila menemukan kecurangan pemilu.

“Inilah yang disebut robot tak ikhlas. Kalau yang pertama robot ikhlas, ini robot tak ikhlas, saya tak ikhlas Pak Prabowo, Mas Sandi dicuri suaranya. Siapa yang tidak ikhlas. Ini bukti mata lebih akurat daripada mungkin malaikat yang mereka takuti, tak mereka takuti malaikat, ini harus mereka takuti,” jelas Hairul.

Lulusan Teknik Elektro ITB ini berkelakar, tidak akan memberikan robotnya ini pada cebong. Menurutnya, robot ini memiliki keahlian investigasi forensik yang bisa diambil dari beberapa TPS secara acak.

“Kalau dibandingkan C1 dengan C1 berikutnya, latar belakangnya enggak bergerak, tetapi isinya goyang-goyang, nari-nari. Artinya, ketika proses scanning itu, seharusnya paralel antara latar belakang dan isinya. Tetapi, di sini isinya nari-nari. Artinya, ini adalah terindikasi manipulatif,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, ada juga temuan C1 yang discan filter negatif. Hasilnya tak bisa dibaca.

“Artinya, ini bukan hasil scanning, tetapi hasil editing di microsoft word atau photoshop,” kata Khoirul.

Terkait hal ini, Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dahnil Anzar Simanjuntak menilai temuan Khoirul bagus. Temuannya pun, sesuai dengan apa yang ditemukan BPN.

“Bagus ya. Karya anak bangsa yang perlu diapresiasi, upaya meninggikan demokrasi,” kata Dahnil di Jalan Sriwijaya, Jakarta, Rabu 15 Mei 2019.

Akun WhatsApp Diretas

Sehari setelah aksinya membongkar dugaan manipulasi form C1 KPU, Hairul Anas harus menjadi korban kejahatan cyber. Hairul mengaku akun WhatsApp miliknya telah diretas. Pengakuan tersebut disampaikan lewat akun Facebook pribadinya Hairul Anas Suaidi.

Lewat akun Facebooknya, Hairul Anas mengungkapkan kalau akun WhatsApp pribadinya telah diretas oleh orang tak bertanggung jawab. Pria lulusan sarjana teknik Institut Teknologi Bandung (ITB) itu pun meminta untuk mengeluarkan nomor WhatsApp pribadinya itu dari seluruh grup.

WhatsApp saya 0818432110 dihack. Tolong keluarkan nomor saya dari semua group,” tulis Hairul Anas lewat akun Facebooknya seperti dilanir suara.com, Kamis, 16 Mei 2019.

Lebih lanjut, Hairul Anas mengatakan awalnya tak pernah yakin ada pihak yang mampu meretas akun sosial media berkelas seperti WhatsApp. Namun, keraguan itu justru kekinian dialaminya sendiri.

“Dulu-dulu saya kurang yakin ada yang bisa sadap dan bobol nomor/akun di aplikasi-aplikasi berkelas. Sekarang saya ngalamin sendiri.” ungkapnya.

PKI Panik

Kabar diretasnya akun WhatsApp Hairul Anas itu pun turut ditanggapi oleh Koordinator Relawan Tim IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya. Lewat akun Twitter pribadinya @AkunTofa dia menyabut peretasan akun WhatsApp milik Hairul Anas sebagai bentuk kepanikan.

“Just info: Nomor dan WA Hairul Anas anggota Tim IT kami yang bersaksi di Bawaslu, baru saja diambil alih Pihak Misterius. Mohon hati-hati jika ada WA atau medsos atas nama Hairul Anas. Kepanikan PKI sudah sampai ke ubun-ubun,” cuit Mustofa seperti dilansir suara.com.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending