Connect with us

Pemilu

Jelang Aksi 22 Mei; Massa Banten Terapkan Strategi, 10 Ribu Orang dari Jatim Urunan Pakai Uang Pribadi

Published

on

Lautan Manusia di Kampanye Akbar Prabowo-Sandi

Foto ilustrasi aksi 22 Mei: lautan manusia di Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di GBK membentangkan bendera merah putih raksasa. (Foto: Indonesia today.com)

Tangerang – Massa Aksi 22 Mei yang akan menyampaikan pendapat di KPU RI diprediksi akan berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia. Mereka berangkat atas inisiatif pribadi, murni karena panggilan nurani.

Provinsi Banten sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Jakarta, sepertinya akan menjadi wilayah ‘penyumbang’ massa paling besar.

Setidaknya hal tersebut bisa dilihat dari pengalaman pada aksi-aksi sebelumnya yang digerakkan ormas-ormas yang saat ini menyuarakan KPU bertindak jujur, adil dan transparan.

Massa Tak Dikoordinir

Koordinator Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) Al Faqier Abu Wildan menyatakan, massa aksi dari Banten yang akan ikut aksi 22 Mei di Jakarta tidak dikoordinir di bawah satu lembaga, termasuk oleh FPUIB sendiri.

FPUIB sejauh ini diketahui organisasi yang paling getol mengikuti aksi Bela Islam hingga aksi damai menuntut KPU bersikap jujur dan transparan 29 April 2019 lalu di KPU Banten.

Menurut Al Faqier, setiap koordinator lapangan dari ormas-ormas di Banten sejauh ini sudah berkoordinasi dan memimpin umatnya masing-masing.

“FPUIB tidak mengkoordinir secara langsung terkait (aksi) 22 Mei mendatang. Masing-masing korlap dari ormas2 di Banten sdh melakukan kordinasi dan memimpin ummatnya masing masing tanpa perlu kita koordinir, ” kata Al Faqier saat dihubungi BantenHits.com lewat WhatsApp, Minggu, 19 Mei 2019.

Karena tak terkoordinir di bawah satu komando, lanjut Al Faqier, dirinya tak bisa memprediksi jumlah massa aksi dari Banten yang akan bergabung dengan massa aksi lainnya di KPU RI.

“Berdasarkan pengalaman aksi2 yg lalu di Jakarta Insya Allah Banten adalah salah satu provinsi pensuplai massa terbesar,” jelasnya.

Disinggung soal pengalaman pada aksi-aksi sebelumnya yang kerap mengalami hambatan saat keberangkatan peserta aksi, Al Faqier meyakini ormas-ormas di Banten yang akan mengikuti aksi sudah memiliki strategi.

“Mereka sdh belajar dari pengalaman yg telah lalu, saya kira mereka punya strategi masing2, saya jg ga perlu tahu strategi mereka,” terangnya.

Urunan Gunakan Uang Pribadi

Dilansir kumparan.com, massa yang tergabung Forum Umat Islam (FUI) pendukung capres 02 Prabowo-Sandi Jawa Timur direncanakan bakal bergabung dalam aksi 22 Mei di Jakarta. Perwakilan FUI Jatim Solachul Aam alias Gus Aam mengatakan ada 10 ribu orang yang akan dikerahkan ke Jakarta.

“Sekitar 10 ribu orang pendukung Prabowo-Sandi dari Jatim yang masuk ke data saya. Tapi bukan saya saja. Kan ada banyak,” kata Gus Aam, Jumat, 17 Mei 2019.

Gus Aam menjelaskan, mereka bakal berangkat dari Jatim menuju Jakarta mulai Sabtu, 18 Mei 2019. Massa, kata Gus Aam,bakal datang menggunakan berbagai kendaraan seperti bus dan kereta.

“Sebenarnya kami tidak instruksikan, tapi memang hampir semua relawan terpanggil. Ada yang jalan dua bus. Ada yang pakai kereta api. Ada juga yang pakai pesawat. Kita hanya imbau saja bersama mengawal suara pak Prabowo,” ujar Gus Aam.

Menurut Gus Aam, kedatangan massa relawan itu merupakan inisiatif pribadi, bukan paksaan atau instruksi dari Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi Jatim.

“Relawan sendiri, mereka urunan sendiri, berangkat cari makan sendiri. Kan juga banyak punya teman di sana di Jakarta. Jadi insyaallah tidak terlantar. Karena hampir semua masjid menyiapkan (makan dan tempat tidur). Disiapkan kok,” jelasnya.

Gus Aam menegaskan, tergabungnya pendukung Prabowo-Sandi Jatim ke Jakarta sebagai upaya mereka atas dugaan kecurangan pemilu yang tak digubris Bawaslu dan KPU.

“Kalau deadlock dan apa namanya pihak BPN sudah melakukan segala sesuatu dan deadlock apa boleh buat kita minta diskualifikasi (Jokowi-Ma’ruf) karena banyak kecurangan dan kejahatan pemilu dan tragedi nasional ini kan semua efek. Akhirnya kita juga berusahalah dengan teman di Jakarta,” kata dia.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending