Connect with us

METROPOLITAN

Update Terbaru; Dua Warga Banten Tewas Tertembak saat Aksi 22 Mei

Published

on

Abdul Aziz,  santri asal Pandeglang tewas tertembak saat Aksi 22 Mei

Abdul Aziz, santri asal Pandeglang tewas tertembak saat Aksi 22 Mei 2019 di Jakarta. (Foto: tangkap layar WhatsApp)

Tangerang – Dua warga Banten, tercatat menjadi korban tewas tertembak peluru saat mengikuti aksi 22 Mei 2019 menolak hasil Pemilu di Jakarta.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun BantenHits.com, dua korban tewas asal Banten, yakni Abdul Aziz (27) warga Kampung Rocek Barat, Desa Rocek, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang; dan Bachtiar Alamsyah (23), warga Kelurahan Poris Gaga, RT 04 RW 06, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang.

Wartawan BantenHits.com Engkos Kosasih melaporkan, jenazah Abdul Aziz telah sampai di rumah duka Rabu malam, 22 Mei 2019 sekitar pukul 20:00 WIB.

Sejumlah pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pandeglang terlihat ikut mengantarkan jenazah Aziz ke tempat peristirahatan terakhirnya.

BACA JUGA: Orangtua Santri Asal Pandeglang yang Tewas Tertembak Ungkap Alasan Anaknya Berangkat ke Jakarta

Sementara, hingga Rabu sore, jenazah Bachtiar Alamsyah dilaporkan masih berada di Rumah Sakit Kramatjati Polri, Jakarta. Pria yang akrab disapa Alang oleh anak-anak di lingkungan rumahnya ini tewas tertembak di bagian dada.

Remaja Luka Tembak

Dilansir viva.co.id, Alang berangkat mengikuti aksi berdua bersama Yoga Alaska (18), tetangga rumahnya yang saat ini menjalani perawatan di RSUD Kota Tangerang karena menderita luka berat di bagian tangan kanan.

Menurut Supandi, rekan kedua korban, Yoga dan Alamsyah berangkat menuju Jakarta, Selasa 21 Mei 2019 sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka mengaku akan mengikuti aksi damai 22 Mei di depan gedung KPU RI, Jakarta.

Supandi yang mengaku sebagai anggota Front Pembela Islam (FPI) Kelurahan Poris, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang ini menyebut, ia bersama empat temannya pergi ke Jakarta, pada Selasa pagi, untuk mengikuti demonstrasi di kantor pusat KPU dan Bawaslu. Unjuk rasa itu berjalan lancar dan tertib, lalu mereka semua pulang.

“Tetapi, saya dapat informasi, dua rekan muda ini ternyata baru berangkat ke Jakarta pada malam hari,” katanya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending