Connect with us

Pemilu

Dua Video Kekerasan Diduga Dilakukan Polisi Sedang Viral, Ada Adegan TNI Gunakan Senjata Selamatkan Warga

Published

on

Tuntut Wahidin Halim mundur Mahasiswa diduga dipukuli aparat

Aksi unjuk rasa Badko HMI Jabodetabek-Banten menuntut Gubernur Banten Wahidin Halim mundur, Kamis, 11 April 2019 berakhir ricuh. Mahasiswa diduga jadi korban kekerasan setelah dipukuli aparat. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Jakarta – Dua video kekerasan yang diduga dilakukan anggota Polri tengah viral. Video pertama merekam sedikitnya 10 orang diduga polisi memukuli warga yang sudah tersungkur di halaman belakang masjid.

Sementara video lainnya terlihat anggota TNI berusaha menyelamatkan warga yang tengah dipukuli oleh diduga polisi.

Halaman Masjid Al Huda

Hasil penelusuran suara. com–jaringan BantenHits.com–video pertama diduga terjadi di halaman belakang Masjid Al Huda yang berada di belakang Gedung Bawaslu RI, persisnya di Jalan Kampung Bali XXXIII, Jakarta Pusat. Letak masjid tersebut berada tidak jauh dari kantor Bawaslu RI.

Dalam video berdurasi 42 detik itu, sedikitnya 10 orang berpakaian hitam-hitam, bersepatu bot, membawa pentungan dan senjata laras panjang, mengeroyok seseorang yang sudah tersungkur di bawah.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo ketika dikonfirmasi soal video viral tersebut, mengakui hal itu belum terklarifikasi.

“Belum terklarifikasi dan terkorfirmasi. Sedang didalami oleh DitSiber Bareskrim,” kata Dedi melalui pesan singkat seperti dilansir suara.com.

Sejumlah akun Twitter mengklaim, seseorang yang dikeroyok dalam video itu adalah bocah laki-laki berusia 15 tahun.

TNI Ribut dengan Polisi

Video kedua seperti dilansir viva.co.id, terlihat ada adegan keributan antara anggota Polri dengan TNI. Peristiwa itu terjadi ketika anggota Polri tengah mengamankan seorang demonstran yang diduga peserta aksi 21-22 Mei 2019.

Tapi saat diamankan, justru sejumlah polisi lainnya terlihat menyarangkan pukulan dan tendangan pada pedemo itu.

Pria yang sudah tak berdaya itu jadi bulan-bulanan polisi. Beruntung, di lokasi ada sejumlah anggota TNI Angkatan Darat yang ikut menjaga aksi unjuk rasa. 

Seperti tak tega melihat seorang sipil jadi bulan-bulanan polisi, sejumlah anggota TNI itu terlihat marah. Mereka merangsek ke kerumunan dan mendorong polisi yang sedang memukuli demonstran itu. 

Bahkan dalam satu cuplikan video, tampak seorang personel TNI memopor senjata laras panjangnya ke arah anggota Polri.

Salah satu yang menggunggah video ini adalah akun suryoprabowo2011 milik mantan Kepala Staf Umum TNI, Suryo Prabowo.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan, sejumlah video kekerasan yang diduga dilakukan polisi terhadap demonstran, sedang diteliti oleh Tim Siber Mabes Polri. Termasuk penganiayaan pada demonstran yang berujung ribut dengan personel TNI.

“Nanti hasilnya kami sampaikan apabila ada data yang jelas dari proses investigasi dari Dit Siber,” kata Dedi seperti dilansir viva.co.id.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending