Connect with us

Pemilu

Terungkap! Ini Alasan 60 Pensiunan Para Komando dari Serang Bergerak ke Jakarta

Published

on

Panglima TNI di Markas Kopassus

Panglima TNI Jenderal TNI Hadi Tjahjanto saat berkunjung ke Markas Grup 1 Kopassus, Serang. (BantenHits.com/Mahyadi)

Jakarta – Sedikitnya 60 pensiunan Kopassus disebut telah bergerak ke Jakarta untuk menemui Mantan Kepala Badan Intelijen ABRI Mayor Jenderal (purn) Zacky Anwar Makarim. Selain dari Serang, ada juga pensiunan para Komando dari Jawa Barat dan Jawa Tengah yang turut bergabung.

Mereka menyampaikan kerisauan luar biasa atas penangkapan dan penahanan Mantan Danjen Kopassus Soenarko yang dituduh makar dengan kepemilikan senjata api ilegal.

Hal tersebut disampaikan Mantan Kepala Badan Intelijen ABRI Mayor Jenderal (purn) Zacky Anwar Makarim saat menghadiri konferensi pers yang digelar tim kuasa hukum mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayjen (purn) Soenarko di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Jumat, 31 Mei 2019.

BACA :  Tak Cukup Kursi, Empat Partai Pendukung Jokowi-Ma'ruf Harus 'Berkoalisi' Bentuk Fraksi di DPRD Kota Serang

“Saya dua puluh tahun berdinas di Kopassus, saya terpanggil ada komandan jenderal Kopassus akan diadili soal makar,” kata Zacky seperti dilansir tempo.co.

Zacky mengaku, selain mendapat kunjungan dari ratusan purnawirawan Kopassus yang tinggal dari sejumlah daerah seperti Serang, Banten, Jawa Barat, Solo, Jawa Tengah, dan Jakarta, ada pula purnawirawan Kopassus generasi yang amat senior, yaitu Trikora.

“Ini ada (Mayor) Jenderal Heros Paduppai, kemarin dia bawa 60 orang dari Serang, yang mau datang 300 orang. Dia bawa nengok Soenarko,” kata Zacky.

Zacky bercerita dia berada di rumah tahanan militer di Guntur, Jakarta Selatan, tempat Soenarko diterungku ketika para purnawirawan itu datang. Dia mengaku sampai harus menenangkan mereka dan para istri yang juga ikut dalam rombongan. Sebab, kata dia, akhirnya jumlah pengunjung di rutan dibatasi hanya untuk 80 orang.

BACA :  Kesal Banyak Politisi Beli Suara Rakyat dengan Materi, Caleg di Banten Tantang Perang Terbuka

“Terpaksa saya bicara untuk menenangkan situasi. Mereka marah, ibu-ibu lebih marah lagi. Mau diapakan kami punya komandan-komandan ini. Jadi kehadiran saya ini adalah untuk menenangkan situasi,” ucap mantan Ketua Satgas Panitia Penentuan Pendapat Timor Timur ini.

Berikutnya, Zacky juga mengaku mendapat pemberitahuan dari Aceh. Kata dia, para mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka menyatakan ingin datang membesuk Soenarko. Purnawirawan berdarah Minangkabau-Arab ini kemudian membujuk mereka agar tak usah datang, dan percaya pada proses hukum yang sedang diupayakan.

“Ini akan menjadi mematangkan situasi, tidak bagus, karena itu saya bilang tidak usah datang. Kami akan selesaikan, kami akan menghargai jalur hukum yang ada,” ujar Zacky.

BACA :  Pimpinannya Terjaring OTT karena Dugaan Suap, Ketua PPP Banten Ajak Kader Teladani Rosulullah yang Sabar Dicaci

Soenarko ditangkap dan ditahan atas tuduhan kepemilikan senjata ilegal, yang menurut versi polisi ialah senapan jenis M4 Carbine. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto sebelumnya mengatakan senjata itu berasal dari Aceh.

Pemerintah juga menduga senjata tersebut ada kaitannya dengan rencana aksi 21-22 Mei 2019. Segala informasi versi pemerintah dibantah oleh tim kuasa hukum dan para purnawirawan sahabat Soenarko.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler