Connect with us

METROPOLITAN

Petinggi Parpol di Banten Ungkap Kondisi Ani Yudhoyono Sebelum Meninggal Dunia

Published

on

SAFARI POLITIK SBY DI BANTEN

Almarhumah Ani Yudhoyono menemani SBY saat Safari Politik di Banten, Juli 2018.(Dok.BantenHits.com)

Serang – Ani Yudhoyono,  istri Presiden RI ke-6 sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),  meninggal dunia setelah menjalani serangkaian pengobatan beberapa bulan terkahir di Singapura,  Sabtu,  2 Juni 2019.

Rencanaya,  jenazah almarhumah akan dimakmakan di TMP Kalibata,  Jakarta,  Minggu,  2 Juni 2019.

Wartawan BantenHits.com Mahyadi melaporkan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Banten  menggelar doa bersama dan tahlilan untuk Ani Yudhoyono,  Sabtu, 1 Juni 2019.

Doa bersama dan tahlilan digelar di Sekretariat DPD Demokrat, Jalan Cipocok Jaya, Kota Serang. Acara diikuti kader partai, para caleg,  dan simpatisan.

BACA :  Atribut Partai Dibakar Penyebab Bentrok Buruh

Sekretaris DPD Partai Demokrat Banten Eko Susilo mengungkap,  persis setahun lalu,  Ani Yudhoyono masih menjalani aktivitas di Banten.

BACA JUGA: SBY ke Jokowi: Ini Pemerintahan Rakyat, Jelaskan Berapa Jumlah Tenaga Kerja Asing di Indonesia!

Kala itu,  Ani menemani SBY menjalani Tour de Banten,  Juli 2018. Ani masih terlihat sehat dan segar menyapa warga di sejumlah kota dan kabupaten di Banten.

“Jam 11.00 WIB (mendapat kabar duka) melalui staf ahli. (Perasaan) sedih (karena almarhumah) sudah dianggap ibu, dan ibu sosoknya sederhana dan mengayomi dan langsung ngasih motivasi ke kita. Ya orangnya humble gitu,” ujar Eko.

“(Saat ke Banten) sehat dan saat itu juga tidak menduga dan Pak SBY, Bu Ani juga tidak menduga adanya itu,” ungkapnya.

BACA :  Disatroni Orang Tua Siswa dan Kades, SMAN 1¬†Cibadak Sepakat Tambah Kuota Penerimaan

Menurut Eko, terkait rencana pemakaman Ani Yudhoyono,  Minggu ini, sejumlah pengurus dan kader Partai Demokrat Banten dipastikan akan hadir. 

“Kita akan perwakilan dari Ketua DPD, dan Jetua DPC se-Banten, Bu Iti sudah di Jakarta,” paparnya.

Eko menjelaskan, rencananya tahlilan akan dilaksanakan setelah bulan Ramadan selama tujuh hingga 40 hari.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler