Connect with us

Pemilu

Tim MK Prabowo-Sandi Diduga Digembosi, Muncul Sosok Sebar Pesan Nomor Telegram BW Tak Bisa Terima Bukti Kecurangan

Published

on

mahkamah konstitusi

Gedung Mahkamah Konstitusi atau MK. Pada 14 Juni 2019, MK akan menggelar sidang perdana gugatan hasil Pilpres yang diajukan Tim MK Prabowo-Sandi yang diketuai Bambang Widjoyanto (BW).(nationalgeographic.co.id)

Jakarta – Menjelang sidang perdana gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), 14 Juni 2019, Tim MK Prabowo-Sandi yang diketuai Bambang Widjoyanto (BW) diduga digembosi.

Dugaan disampaikan BW menyusul munculnya sejumlah pesan WhatsApp Group (WAG) yang menyatakan bahwa nomor Telegram-nya tidak lagi dapat menerima laporan data dan video kecurangan pemilu.

Pengirim pesan itu mengaku sebagai anggota tim Prabowo-Sandi dan meminta pendukung untuk mengirim data dan video kecurangan ke nomor mereka.

“Ini pengggembosan terhadap tim kami. Karena ternyata orang tersebut bukan dari tim kami,” kata BW dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 8 Juni 2019, seperti dilansir kantor berita RMOL.

Beruntung, kata mantan komisioner KPK itu, masyarakat di daerah sudah mulai cerdas. Mereka melakukan pengecekan ke Tim MK Prabowo-Sandi sebelum mengikuti isi pesan yang didapat tersebut.

Lebih lanjut, BW mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati jika ada orang yang mengatasnamakan Tim MK Prabowo-Sandi dan meminta bukti-bukti yang ada di masyarakat.

Dengan tegas BW memastikan bahwa nomor Telegram khusus untuk menerima laporan masyarakat tidak berganti, yaitu +62817783078352.

“Saya tidak pernah menginstruksikan kepada orang lain agar informasi kecurangan pilpres dialihkan ke nomor telegram lain,” tegasnya.

Adapun dalam pesan WAG yang beredar, seorang yang mengaku bernama Heri mengaku sebagai pihak yang diberi tugas untuk mengumpulkan data gugatan MK. Dia meminta masyarakat untuk mengirim laporan ke nomornya lantaran nomor telegram BW terlalu banyak.

“Berhubung banyaknya telegram dan SMS yang masuk ke Pak Bambang Widjoyanto, untuk data dan video kecurangan bisa dikirimkan ke saya. Saya kebetulan tim pengumpul data untuk gugatan di MK,” bunyi pesan tersebut.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending