Connect with us

METROPOLITAN

Bukan 30, Dinkes Catat Hanya 11 Orang Wisatawan yang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Bagedur  

Published

on

Ribuan pengunjung ketika memadati destinasi wisata pantai Selatan Kabupaten Lebak. (Istimewa).

Lebak- Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Lebak mencatat selama libur lebaran Idul Fitri 1440 H hanya 11 wisatawan yang dilaporkan tersengat ubur-ubur di Pantai Bagedur, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.

“Data yang kita terima hanya 11 orang yang tersengat ubur-ubur itu juga sudah teratasi di posko pelayanan,”kata Dr. Arie Purnomo Kasie, Rujukan Event Khusus, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, ketika ditemui BantenHits, Senin, 10 Juni 2019.

Arie mengungkapkan kebanyakan wisatawan yang tersengat juga berasal dari luar daerah dan dalam daerah dimana mereka memaksa berenang ke tengah pantai.

“Sebenarnya petugas pantai baik Balawista dan Polisi sudah mengimbau agar tidak berenang ke tengah pantai,”katanya.

Baca Juga: Sudah 30 Wisatawan Tersengat, Ini Ciri Ubur-ubur di Pantai Bagedur Lebak

Berdasarkan laporan tim, sambung Arie Korban sengatan ubur-ubur di Pantai Bagedur hanya mengalami kram dan traumatik saja.

“Sudah teratasi oleh tim, hanya kram dan nyeri. Kita berikan peredanya,”tuturnya.

Sebelumnya, Sedikitnya 30 wisatawan di Pantai Bagedur, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, tercatat hingga Jumat, 7 Juni 2019 menjadi korban sengatan ubur-ubur.

Mereka yang tersengat langsung ditangani oleh tim medis yang siaga di Pantai Bagedur. Namun, 10 korban di antaranya harus dilarikan ke Puskesmas Malingping lantaran mengalami sesak nafas dan nyeri di beberapa bagian tubuh.

Koordinator PMI Kabupaten Lebak, Desi Rachmawati mengatakan, pengunjung yang tersengat ubur-ubur umumnya tengah berenang di pantai.

“Kita lakukan penanganan sederhana dengan air garam, efek sengatannya seperti demam akan hilang setelah tentakel yang nempel di kulit dibersihkan,” kata Desi seperti dilansir kompas.com.

Editor: Fariz Abdullah

Trending