Connect with us

METROPOLITAN

Prajurit TNI 9 Jam Kepung Perwira Polri yang Tuduh Jenderal TNI Curi IPhone di Hotel Atrium Akhirnya Picu Hal Ini

Published

on

apel gabungan terkait penertiban dan penegakan peraturan Bupati (Perbup) Tangerang Nomor 47 tahun 2018

Foto ilustrasi: Apel gabungan melibatkan unsur TNI-Polri, Satpol PP, dan Dishub digelar di area Stadion Benteng Taruna, Kecamatan Kelapa Dua. Apel sekaligus menandai penindakan terhadap angkutan barang over tonase akan dilakukan terhitung 14 Deesember 2018 jam 05.00 WIB. (BantenHits.com/ Hendra Wibisana)

Jakarta – Perselisihan perwira polisi AKBP Lalu Muhammad dengan Direktur Peralatan TNI AD Brigjen TNI Subagyo, 3 Juni 2019 telah memicu ketegangan.

Dikutip dari jawapos.com, prajurit TNI sempat mengepung Hotel Atrium Cilacap, Jawa Tengah, pascainsiden yang dilatari sikap AKBP Lalu Muhammad menuduh Brigjen TNI Subagyo dan keluarganya mencuri HP merek Iphone miliknya.

AKBP Lalu dan Brigjen Subagyo sama-sama menginap di Hotel Atrium Cilacap pada 3 Juni 2019. Lalu Muhammad yang salah menaruh HP di meja makan, menuduh Brigjen Subagyo dan keluarganya mencuri HP Iphone miliknya.

Tuduhan itu membuat Direktur Peralatan TNI AD emosi. Akibatnya, suasana di Hotel Atrium sempat memanas.

Ketegangan Picu Permintaan Maaf

Prajurit TNI bersenjata lengkap langsung mengepung Hotel Atrium. Akibatnya, AKBP Lalu tertahan selama 9 jam di dalam hotel. Hal itu membuat Komandan Kodim 0703 dan Kapolres Cilacap harus turun tangan.

Dandim dan Kapolres membujuk Lalu untuk meminta maaf secara lisan dan membuat surat pernyataan di atas kertas bermaterai 6.000.

Dandim dan Kapolres Cilacap kemudian mempertemukan AKBP Lalu dan Brigjen TNI Subagyo untuk berdamai.

Setelah selesai menandatangani surat pernyataan, AKBP Lalu bersalaman dan meminta maaf kepada Brigjen Subagyo. Selanjutnya, Subagyo bersama anggota keluarganya yang berjumlah 7 orang meninggalkan Hotel Atrium menuju Banjarnegara.

Dalam surat pernyataan yang diteken AKBP Lalu, ia mengaku salah menuduh Brigjen Subagyo dan keluarganya mencuri HP merek Iphone miliknya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + two =

Trending