Connect with us

METROPOLITAN

Tingkat Hunian Homestay di Pandeglang Lesu Saat Puncak Libur Lebaran  

Published

on

Salah satu Homestay di Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang. (Engkos Kosasih/BantenHits).

Pandeglang – Meski tingkat kunjungan wisatawan ke daerah pantai di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung terbilang ramai, namun hal itu tidak sebanding dengan tingkat hunian homestay di wilayah Tanjung Lesung.

Pasalnya, wilayah yang sempat tersapu Tsunami Selat Sunda pada penghujung 2018 lalu ini masih terbilang sepi, meski pada saat libur lebaran.

Ketua Forum Homestay Kabupaten Pandeglang, Eri mengatakan pada H+5 sampai H+6 tingkat hunian home stay masih sepi. Bahkan, saat hari puncak liburan pun tingkat hunian hanya berkisar di angka 50 sampai 60 persen.

“Masih agak sepi, tanggal 5-6 Juni 2019 hampir semua masih kosong, tanggal 7-8 Juni 2019 sebagian homestay sudah ada tamu sekitar 50 sampai 60 persen, sebagiannya masih sepi. Ekonominya lesu,”kata Eri saat dihubungi Bantenhits, Senin, 10 Juni 2019.

Berbeda dengan Homestay, tingkat kunjungan hotel ke daerah Pandeglang sudah mulai membaik saat libur lebaran 2019, meski tidak seperti tahun lalu yang mencapai 100 persen.

“Kalau hotel sudah bagus, cuma memang tidak seperti tahun lalu. Kalau sekarang (Libur Lebaran) tingkat kunjungan di atas 80 persen. Enggak terlalu parah saat pasca tsunami,”tambah Ketua PHRI Pandeglang, Widiasmanto.

Widi berharap, libur lebaran ini menjadi awal dari kebangkitan pariwisata di Kabupaten Pandeglang. Hanya saja, dia menyarankan agar promosi dari pemerintah harus tepat.

“Mudah-mudahan ini awal (Kebangkitan Pariwisata). Cuma promosinya harus tepat, kayak kemarin pasang Baliho ajakan berlibur ke Pandeglang, di pasangnya di Pandeglang, itu kurang tepat, harusnya diluar Pandeglang,” tandasnya.

 

Editor: Fariz Abdullah

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending