Connect with us

OPINI

Destinasi Wisata, Mimpi dan Harapan

Published

on

Ketua DPD PKS Kabupaten Lebak Dian Wahyudi

Ketua DPD PKS Kabupaten Lebak Dian Wahyudi. (Dok.BantenHits).

BantenHits- Saya sedikit tercengang saat salah seorang tokoh wisata Lebak ka Hayat Syahida mempublis beberapa sudut kondisi pantai Bagedur di media sosial (medsos) Facebook (FB), betapa membludaknya para wisatawan Destinasi Wisata pantai di Lebak Selatan tersebut.

Melansir Bantenhits, sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Lebak, memasuki musim libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H, memang mulai dipadati pengunjung. Mulai dari wisata alam, pantai, hingga wisata buatan menjadi sasaran kunjungan para wisatawan yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga untuk bermain.

Salah satunya pantai Bagedur yang saya sebutkan di awal tulisan. Setiap tahunnya wisata pantai selalu ramai di kunjungi wisatawan. Pasir putih yang menghampar luas dan ombak yang bersahabat menjadi daya tarik tersendiri wisata pantai selatan Kabupaten Lebak, belum lagi fasilitas penunjang yang akan membuat wisatawan betah berlama-lama bermain air.

Selain pantai Bagedur, tentunya juga termasuk Pantai Sawarna, Legon Pari dan Pulomanuk. Hal ini dibenarkan oleh ka Erwin Komara Sukma Koordinator Balawista Lebak yang mempublis suasana pantai Sawarna dan sekitarnya lewat Medsos FB miliknya, menurutnya tak kurang dari 20 ribu wisatawan tumplek di pantai Sawarna tulis beliau. Dan tampaknya akan terus bertambah sampai habis waktu liburan lebaran.

Erwin menerangkan kepadatan pengunjung wisata pantai selatan sudah mulai terjadi sejak H+1 lebaran dan di prediksi akan mencapai puncaknya pada H+5 lebaran. Beliau mengklaim meski kunjungan wisatawan mengalami penurunan dibanding dengan tahun sebelumnya, namun Balawista Kabupaten Lebak telah bersiaga di masing-masing spot yang sudah ditentukan.

Pegiat wisata lainnya, Delima Humairo Koesnady, demikian beliau menggunakan nama di Medsos facebook atau FB miliknya juga merasa bangga. Geliat wisata pantai Lebak Selatan menurutnya sedang bagus-bagusnya. Para pegiat wisata juga berupaya dengan semangat memperbaiki setiap layanan di masing-masing destinasi. Sebuah upaya yang patut diapresiasi karena kepuasan pengunjung saat ini meningkat jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Kritik sudah banyak berkurang, artinya wisatawan cukup puas.

Delima hanya menyayangkan dan geram, saat masih adanya berita hoax yang tersebar disaat suasana kondusif di beberapa Destinasi wisata di Lebak. Hal ini tampak dari status yang beliau tulis dengan lugas, gangguannya justru datang dari orang-orang yang entah dimana nyimpen “otaknya” dengan sengaja menyebar berita hoax tanpa tahu terlebih dahulu tahu sumber informasinya. Meski dibantahkan, tapi tak urung membuat keresahan di masyarakat.

Tak cukup, ke-geram-annya masih berlunjut dengan mengistilahkan para penyebar hoax tersebut dengan sebutan pentul korek yang dikasih nyawa. Menurutnya, ini juga yang membuat letupan-letupan mirip bocah main petasan. Disatu sisi ada yang berupaya melakukan layanan maksimal, disisi lain ada saja yang nyampah dengan sesuatu yang bernilai sampah. Apapun informasi yang tak jelas sumbernya, upayakan berhenti di layar anda.

Hal yang sangat wajar, karena kondusifitas Destinasi wisata sangat diperlukan. Tak kurang himbauan juga disampaikan oleh Yeni Mulyani Ketua Pokdarwis Lebak Selatan, agar masyarakat pengguna internet cerdas dalam menggunakan medsos, dan senantiasa konfirmasi jika terdapat hal-hal yang terjadi di Pantai Selatan Lebak kepada Team Keamanan Posko di masing-masing pantai, utamanya Pantai Sawarna, Pantai Cibobos Cihara, Pantai Bagedur, Pantai Talanca, Pantai Karang Nawing, Pantai Pasput, Pantai Karangseke.

Melansir Fajarbanten, Yeni juga berpendapat, sinergi yang baik antara Pemerintah setempat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), destinasi wisata sepanjang jalur pantai Lebak Selatan, mengalami perkembangan yang cukup positif.

Beliau bersyukur kunjungan ke daerah wisata di Baksel terutama Pantai Bagedur membludak, ini semua berkat kerja sama Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak yang sudah menata lingkungannya dengan bagus, juga menyampaikan apresiasi kepada awak media di baksel yang senantiasa peduli meliput. Yeni menegaskan bahwa promosi di media massa sangat diperlukan untuk menunjang perkembangan dunia pariwisata di Lebak.

Mimpi dan Harapan

Disamping penataan yang sudah mulai baik, utamanya di Destinasi wisata alam seperti pantai yang menjadi primadona, Liburan Lebaran kali ini, dengan bagaimana antusiasnya para pemudik yang pulang kampung dan rindu kampung halaman, karena mendengar kota Rangkasbitung telah cukup banyak berubah, juga menjadi daya tarik tersendiri untuk mencari tempat wisata yang cukup dekat dari Rangkasbitung.

Namun ternyata tidak cukup banyak pilihan tempat liburan bersama keluarga, menurut sebagian warga Rangkasbitung sendiri ataupun para pemudik. Seperti menurut Achmad Syarif dari Cibadak, yang dikenal cukup kritis mensikapi berbagai kondisi di Lebak, dengan pedas Syarif berceloteh di Medsos FB nya, mun cerdas, ieu loba nu mudik. Loba, loba nu hayang ulin. Termasuk loba nu hayang asup museum Multatuli… Kuduna buka (jika cerdas, ini banyak yang mudik. Banyak, banyak yang ingin berlibur/ bermain. Termasuk banyak yang ingin tahu/ ingin masuk Museum Multatuli… Harusnya (libur lebaran) buka.

Harapan yang tidak berlebihan, karena Museum Multatuli merupakan salah satu ikon daya tarik wisata sejarah yang ingin diketahui pula oleh para pemudik yang pulang kampung, karena sudah tersohor menjadi salah satu Destinasi Wisata Nasional bahkan Internasional.

Wisatawan lainnya, Dian Martiani, yang juga pemudik dari Sumatera Barat menuliskan “keluhannya” di Medsos FB nya, menurutnya tidak banyak pilihan destinasi wisata di Rangkasbitung, pilihan tertumpu pada wahana-wahana di sekitar kota. Salah satunya adalah Plaza yang berada di tengah kota. Sebenarnya kalau dikatakan mencari hiburan, sudah tak terasa lagi. Saking banyaknya manusia, kesannya sumpek, bising, dan crowded. Tulis Dian Martiani, Anaknya ada yang memilih menonton bioskop (dengan film edukatif yang minim), sebagian lagi memilih bermain di wahana bermain yang ada di dalam Plaza.

Tempat wahana, jika diperhatikan, hampir semua kegiatan permainan, bersifat konsumtif dan instan. Minim sekali nilai-nilai edukatifnya. Apalagi interaksi dengan “alam” yang terkembang sebagai “guru”. Lihatlah uang yang dikeluarkan oleh para orangtua untuk “belanja” anaknya. Pulsa, tiket menonton, tiket bermain, belanja makanan. Semuanya konsumtif. Tidak ada Feedback dampak edukatifnya, keterampilan yang dibawa pulang setelah bermain.

Jika ditaksir, mungkin uang yang beredar untuk kegiatan transaksi di tempat ini tak kurang dari 1 M dalam sehari. Dengan sebaran pedagang kecil banyak keturunan Indonesia, dan usaha-usaha terbesar, sudah bisa ditebak siapa yang punya. Miris.

Akhirnya, tulis Dian, beliau memilih mengajak anak-anaknya naik Sado di sekitaran alun-alun Rangkasbitung. Menurutnya, ada nilai dengan model wahana bermain sado ini, ada pelajaran yang langsung bisa direguk. Ada geliat ekonomi yang pelaku langsungnya orang Rangkasbitung. Ada interaksi antar warga dan perantau, bisa jadi sumber inspirasi. Yang tak kalah penting, ada “oleh-oleh” pengalaman yang dibawa pulang. Keterampilan bersosialisasi dan perasaan “candu” berinteraksi dengan alam.

Semoga, ke depan, ada yang bisa menangkap peluang ini. Peluang berdatangannya para pemudik dari rantau ditangkap dengan perencanaan persiapan bisnis yang matang. Ada banyak uang yang akan mengalir. Tak sekedar kegiatan konsumtif, tapi produktif.

Dengan begitu, anak-anak kita tidak sekedar berlibur dan belanja. Namun sekalian “menabung”. Menabung keterampilan, untuk bekal hidup di masa yang akan datang. Dengan konsep ini, bisa jadi Lebak lebih berdaya, sejahtera, dan bisa menjadi contoh buat daerah-daerah lain di Indonesia. Semoga mimpi ini ada yang merealisasikan.

Mimpi dan harapan yang perlu ditangkap dengan jeli, momen Lebaran, dapat menjadi event tahunan, momen pulangnya para pemudik ke kampung halaman semoga menjadi ruang kreatif dan menjadi perhatian para pemangku kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak untuk terus membenahi pelayanan. Semoga.

Penulis : Dian Wahyudi (Anggota Fraksi PKS DPRD Lebak)

Trending