Connect with us

METROPOLITAN

Tiga Guru dan Siswi di Kabupaten Serang Diduga Mesum Massal, Satu di Antaranya Hamil 4 Bulan

Published

on

Pencabulan

Ilustrasi. (Istimewa).

Serang- DO siswi salah satu SMP Negeri di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang dilaporkan tengah mengandung seorang anak berusia 4 bulan. Wanita berparas cantik ini positif hamil diduga akibat perbuatan bejat yang dilakukan oleh oknum guru di sekolah tempatnya menimba ilmu.

Ironinya, perbuatan keji itu dilakukan saat jam sekolah berlangsung. Bahkan tak hanya DO, dua siswi lainnya juga dilaporkan turut berbuat mesum bersama dua oknum guru lainnya di sebuah ruangan lab pada sekolah tersebut secara bersamaan.

“‎Jadi tiga guru (diduga pelakunya) dan tiga siswi, kalau keterangan dilapangan berpasangan, dilakukan di ruang lab, kalau yang hamil memang dia ini salah pergaulan, artinya ada unsur paksaan dari si pelaku,”kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten, Uut Lutfi.

Lutfi mengungkapkan saat mendatangi korban yang saat ini baru lulus SMP bersama dengan P2TP2A Kabupaten Serang, korban DO memang dalam kondisi hamil dan trauma. Sedangkan, dua siswi lainnya yang juga diduga menjadi korban belum diketahui identitasnya.

“Yang kami datangi ini dia (korban) hamil 4 bulan, jadi kalau mundur ke belakang (kejadiannya) sekitar Januari, korban ini sekarang masih trauma,”ungkapnya.

Lutfi mengaku akan segera mendatangkan psikolog untuk membantu menangani trauma korban, termasuk menemui pihak sekolah. Pasalnya ini dilakukan di jam sekolah, di sekolah yang sama, oleh guru di sekolah yang sama, dan korbannya siswi siswinya sekolah yang sama.

“Takutnya diduga ada korban lain,”tegasnya.

Baca Juga: Guru SD Negeri di Mauk Kepergok Mesum Sama Bos Sembako, Pengakuannya Bikin Petugas Geleng Kepala

Sementara  Kasat Reskrim Polres Serang AKP David Chandra Babega, membenarkan telah menerima laporan adanya dugaan kasus pencabulan. Ia mengaku saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

“Iya benar ada laporan kasus tersebut. Saat ini masih dalam proses,”ujarnya kepada wartawan, Kamis 13 Juni 2019.

Editor: Fariz Abdullah

Trending