Connect with us

METROPOLITAN

China Sudah Garap Penerbangan Lokal di Indonesia

Published

on

Pemeriksaan Pesawat di Bandara Soetta

Dirjen Hubud Agus Santoso saat memeriksa kondisi pesawat yang digunakan untuk membawa jemaah calon haji di Bandara Soetta. (Foto: Banten Hits/Hendra Wibisana)

Tangerang – Maskapai asing asal China, yakni China Airlines ternyata telah menggarap penerbangan domestik di Indonesia.

Maskapai asal negeri tirai bambu itu menjajakan tiket pesawat rute Jakarta-Makassar.

Namun terdapat informasi bahwa rute tersebut tak dioperasikan langsung oleh China Airlines, tetapi dioperasikan oleh Maskapai Garuda Indonesia.

BACA JUGA: Terungkap Ada 20 Pelabuhan di Indonesia Dikelola Asing, Pernyataan Prabowo di Debat Capres Kedua Sesuai Fakta

Menanggapi hal tersebut, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan tak menampik bahwa Garuda Indonesia mengoperasikan penerbangan tersebut.

Dia menjelaskan, selama ini memang Garuda Indonesia bekerja sama dengan China Airlines terkait berbagi kode penerbangan (code share).

“Istilahnya code share, jadi itu kerja sama Garuda Indonesia dengan China Airlines kayak code share biasa antara dua maskapai bahwa antar maskapai biasa melakukan code share,” ujar Ikhsan seperti dilansir suara.com, Kamis, 13 Juni 2019.

“Jadi kalau maskapai yang tidak terbang ke suatu daerah, tapi dia ada penumpang ke daerah itu, biasanya kerja sama dengan maskapai yang punya penerbangan ke daerah itu,” jelas dia.

Dalam hal ini, tutur Ikhsan, Garuda Indonesia akan menagihkan biaya tiket dari penumpang yang ikut dalam penerbangan tersebut.

“Kita menagihkan biaya tiketnya, jadi ada penumpang dari Taipei mau ke Makassar, dia beli tiket di Taipei di China Airlines ya sudah dia terbang dengan China Airlines. Nah dari Jakarta-Makassar China Airlinesnya menitipkan penumpangnya ke Garuda,” ucap dia.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending