Connect with us

METROPOLITAN

Warga Ngeluh Bangkai Hewan di Sungai Cikeusik Dibiarkan Menumpuk

Published

on

Tumpukan Bangkai hewan dibiarkan menumpuk di Sungai Cikeusik. (Engkos Kosasih/BantenHits).

Pandeglang – Kebiasaan buruk oknum pengusaha ayam potong yang membuang bangkai ayam ke sungai dikeluhkan warga Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik. Pasalnya, warga mulai terganggu dengan bau busuk yang ditimbulkan dari puluhan kilogram bangkai ayam potong itu.

Salah seorang warga, Iman Hermawan mengaku terganggu oleh adanya aktivitas pembuangan bangkai ayam yang dibuang sembarangan di sungai dekat permukiman. Oleh karenannya, dia meminta agar pengusaha ayam potong memperhatikan lingkungan agar tidak tercemar.

“Sangat bau, kami tidak kuat menciumnya. Itu mulai tercium baunya pada hari Kamis kemarin. Yang membuangnya pengusaha ayam, masih tetangga kampung. Jadi dia ketika lebaran beli ayam nya banyak, sehingga yang mati dibuang begitu saja di sungai. Sungainya kering tidak ada airnya,” kata Iman kepada Bantenhits, Minggu, 16 Juni 2019.

Menurut Iman, sebagian warga mulai mengalami mual dan pusing sejak aroma menjijikan itu tercium ke pemukiman. Bahkan, salah seorang warga terpaksa dilarikan ke Puskesmas untuk mendapat perawatan.

“Enggak tau penyebab sakitnya apa. Tapi yang jelas ketika bau busuk itu tercium, warga ada yang sakit. Sakitnya mual sama pusing, saat ini di rawat di Puskesmas, ini saya juga di Puskesmas,” ujarnya.

Dia mengaku persoalan ini sudah di adukan ke aparat pemerintahan desa, dan Kecamatan agar segera ditindaklanjuti.

“Sudah saya adukan, kemarin juga sebagian (Bangkai Ayam) sudah ada yang di bakar oleh warga,” tandasnya.

Sementara Camat Cikeusik, Dani Ramdani mengaku sudah menangani aduan dari warga tersebut. Bahkan, dia bersama kepala Desa sudah melakukan peneguran kepada pengusaha ayam potong itu.

“Sudah kita tangani oleh kepala desa dan pihak Kecamatan, dan ada pemanggilan juga kepada pengusahanya. Itu kan hanya pengusaha ayam bukan peternakan, jadi kalau ada yang mati dibuang begitu saja,” katanya.

Dia juga mengingatkan agar oknum pengusaha itu tidak lagi membuang bangkai ayam sembarangan. Apalagi sampai mencemari lingkungan.

“Sudah diberikan peringatan, kalau masih membandel terpaksa harus di tutup usahanya, dari pada di serang warga,” tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending