Connect with us

METROPOLITAN

Tanda Tangan Kadis dan Kepsek Disebut Jadi Syarat Masuk Sekolah Favorit di Kota Serang

Published

on

Wali murid saat konseling di Dindik Kota Serang menyusul informasi syarat tanda tangan kepala dinas supaya bisa diterima di sekolah favorit. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Serang di buka hari ini, Senin 17 Juni 2019.

Hari pertama PPDB online ini di Kota Serang tercoreng dengan beredarnya informasi yang menyebutkan peserta didik harus melampirkan tandatangan kepala dinas atau kepala sekolah supaya bisa diterima di sekolah favorit di Kota Serang.

Akibatnya, para wali murid terlihat memadati Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang. Mereka antre untuk mendapatkan tanda tangan kepala dinas pendidikan.

“Saya ini sekarang ingin ke dindik yang berada di Cipocok, karena saya ingin memasukan anak saya ke SMPN 1 Kota Serang,” ujar salah satu wali murid yang enggan menyebutkan namanya.

Informasi yang diterima wali murid ternyata diamini seorang guru SMPN 1 Kota Serang yang tidak ingin menyebutkan namanya.

“Memang mas, kalau mau masuk sekolah favorit harus ada kartu sakti dari dinas pendidikan. Minimal tanda tangan pak kadis,” ungkap guru SMPN 1 Kota Serang.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) SMP Dindikbud Kota Serang, Sarnata membantah hal tersebut. Menurutnya, tidak ada persyaratan tanda tangan kepala dinas untuk masuk sekolah.

“Yang ada itu, kerjasama antara perusahaan dengan dinas pendidikan. Jadi bisa memasukan anaknya ke sekolah tersebut, tanpa sistem zonasi maupun jalur akademik,” jelasnya.

Sarnata juga menjelaskan, bahwa untuk PPDB tingkat SMP di Kota Serang memakai 3 sistem berbasis online. Pertama, dikatakan Sarnata, adalah sistem zonasi. Yaitu, jarak tempuh antara siswa dan sekolah, mulai dari 0 kilometer sampai 1 kilometer. Kedua, masih kata Sarnata, jalur prestasi, baik prestasi akedemik maupun prestasi non akademik.

“Nah, ketiga ini adalah jalur kerjasama dengan mitra Dinas Pendidikan. Jadi semua siswa baru harus mengikuti 3 sistem tersebut,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 

Trending