Connect with us

METROPOLITAN

Viral karena Posting Foto Bayi yang Lebam Dianiaya Ayahnya, Ibu di Serang Ternyata Usianya Baru 16 Tahun

Published

on

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten Uut Lutfi melakukan pendampingan kasus dugaan penganiayaan bayi oleh ayahnya. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Jagat maya di Banten geger menyusul postingan pemilik akun Hay Cungkring, Minggu, 16 Juni 2019. Akun tersebut memosting foto bayi berusia dua bulan dengan kondisi muka lebam. Dalam keterangan foto disebutkan, sang bayi dianiaya suami pemilik akun yang tak lain ayah sang bayi.

BACA JUGA: Viral Ibu Muda di Karangantu Serang Sebut Bayinya yang Baru Dua Bulan Dianiaya Ayahnya

Wartawan BantenHits.com Mahyadi berhasil menelusuri sosok pemilik akun Facebook Hay Cungkring. Dia diketahui SR (16), sementara sang suami yang disebut menganiaya bayi berinisial TM (19). Keduanya warga Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Karena tak terima anaknya yang masih berusia dua bulan dianiaya oleh sang suami, SR akhirnya melaporkan tindakan suaminya ke Polres Serang Kota, Senin sore, 17 Juni 2019.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten Uut Lutfi mengatakan saat ini kondisi SR masih shock dengan kejadian pemukulan yang dilakukan oleh sang suami TM kepada anaknya yang masih dua bulan tersebut.

“Mata bayi lebam sebelah kiri pemukulan itu kejadian siang. Pengakuan ibunya ini masih shock karena korban anak sendiri, dan suaminya ayah kandung dari korban itu sendiri,” kata Uut usai mendampingi ibu korban melaporkan suaminya ke unit PPA Polres Serang Kota, Senin, 17 Juni 2019.

Kerap Dianiaya saat Hamil

Uut menjelaskan, kronologi awal kejadian tersebut pada Sabtu, 15 Juni 2019. Saat itu ayah korban TM terduga pelaku ingin melakukan kunjungan ke rumah ibunya yang masih berada di satu wilayah Kelurahan Banten.

“TKP di rumah ibunya TM, mungkin kesal karena si anak nangis aja, si ibu tidak liat langsung (saat pemukulan) dan setelah masuk rumah si ibu liat anaknya tergeletak, ibunya shok dan langsung hubungi bibinya,” paparnya.

Setelah menerima telepon dari SR, sang bibi langsung mendatangi lokasi TKP, dan langsung menanyakan kepada TM, namun TM diam tak menjawab pertanyaan sang bibi soal lebamnya sang anak.

“Diduga dilakukan oleh suaminya dan sampai saat ini bapaknya kabur, sebelumnya juga anaknya ini sempat dibanting oleh ayahnya,” paparnya.

Lanjut ia menjelaskan bahwa informasi yang terima LPA dari sang bibi bahwa SR kerap menerima jekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari sang suami sejak si anak masih dalam kandungan.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 

Trending