Connect with us

METROPOLITAN

Tiga Guru Mesum Massal dengan Murid di Kabupaten Serang Terancam Dipecat

Published

on

Sekda Kabupaten Serang Entus Mahmud menyebutkan, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah sudah memerintahkan agar memberikan tindakan tegas kepada para oknum guru mesum massal dengan murid. (BantenHits.com/ Nurmansyah Iman)

Serang – Dunia pendidikan di Kabupaten Serang tercoreng oleh ulah oknum para guru di sebuah SMP negeri di Kecamatan Cikeusal.

Tiga oknum guru SMP di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap tiga siswinya. Yang memgejutkan perbuatan bejat itu dilakukan massal di ruangan laboratorium saat jam sekolah berlangsung.

Meski jajaran Polres Serang Kabupaten belum melakukan pemanggilan terhadap ketiga guru tersebut, Pemerintah Kabupaten Serang menyiapkan sanksi pemecatan terhadap tiga guru tersebut.

Salah satu dari tiga guru tersebut diketahui statusnya sudah pegawai negeri sipil (PNS), sementara dua lainnya merupakan tenaga honorer.

Sekda Kabupaten Serang Entus Mahmud menyebutkan, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah sudah memerintahkan agar memberikan tindakan tegas kepada para oknum.

“Kejadian yang sangat memprihatinkan kita yang terjadi di SMP 1 Cikeusal. Saya sudah mendapat perintah dari ibu bupati agar menindak tegas oknum-oknum yang melakukan pelanggaran asusila, untuk pegawai atau guru honorernya kita  meminta kepala dinas pendidikan segera memecat pegawai,” kata Entus kepada wartawan saat ditemui di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Serang, Selasa 18 Juni 2019.

Pelanggaran Serius

Kelakuan tidak bermoral ini, sambung Entus, merupakan pelanggaran serius yang harus di tangani secepatnya bagi pelaku yang berstatus PNS akan diberhentikan sementara dari tugasnya sebagai pendidik sampai terbukti bersalah.

“Karena itu merupakan pelanggaran yang serius bagi seorang guru terlepas dia PNS atau Non PNS. Selanjutnya untuk oknum PNS saya minta kepada kepala BKSDM agar diberhentikan sementara karena kasusnya sedang ditangani pihak yang berwajib Jika sudah terbukti, kita akan berhentikan secara tidak hormat. Perbuatan itu sangat tidak layak dilakukan oleh tenaga pendidik,” ujarnya.

Entus juga mengungkapkan bahwa kejadian ini menjadi perhatian bagi semua kalangan khususnya bagi guru agar lebih mempunyai moral lebih tinggi dibanding profesi lain, bagi oknum guru sudah tidak layak menjadi tenaga pengajar.

“Yang harusnya melindungi apalagi ini kan levelnya SMP ini menjadi perhatian bagi kita semua terutama pendidik  di Kabupaten Serang mereka itu harus lebih tinggi grade moralnya ketimbang proporsi yang lain. Mereka sudah tidak layak lagi menjadi tenaga pendidik,” terangnya.

Entus juga meminta kepada P2TP2A Kabupaten Serang supaya terus mendampingi korban.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending