Connect with us

METROPOLITAN

Huntara Untuk Korban Tsunami Selat Sunda Belum Kelar, Irna: Ibu Tuh Kadang-Kadang Suka Pusing  

Published

on

Bupati Pandeglang Irna Narulita ketika memberikan sambutan pada acara Bimtek peningkatan kapasitas Apartur Desa di Kecamatan Cisata, Senin, 17 Juni 2019. (Istimewa).

Pandeglang – Sudah 6 bulan pasca tsunami selat sunda di Kabupaten Pandeglang, Hunian Sementara atau Huntara bagi korban Tsunami di beberapa Kecamatan, seperti Labuan, Carita dan Panimbang, belum selesai dibangun. 

Bupati Pandeglang, Irna Narulita beranggapan belum selesainya pembangunan huntara karena beberapa alasan. Salah satunya, masyarakat yang menolak untuk di pindahkan ke lokasi Huntara.

“Kadang-kadang konflik nih di lapangan, ada masyarakat yang tidak mau di pindahkan ke lahan Pemda seperti di reforma agraria Panimbang, maunya di Cigeulis saja. Padahal daerah Panimbangkan daerah stategis Kawasan Ekonomi,” kata Irna, Selasa, 18 Juni 2019.

BACA :  Ditpolairud Polda Banten Bangun Gedung Crisis Center di Jalan Suralaya Cilegon

Irna sendiri mengaku pusing menghadapi masyarakat yang tidak nurut kepada Pemerintah, sementara jika dibangunakan sesuai keinginan masyarakat, Pemkab sendiri tidak punya lahannya.

“Jadi ibu tuh kadang-kadang suka pusing, 10-20 orang ini enggak mau di satukan, sementara kita kan enggak punya tanah yang cukup, tanahnya harus jelas tanah Pemda, kalau bukan tanah Pemda enggak boleh di bangun,” jelasnya. 

Baca Juga: DPKPP Kabupaten Pandeglang Sebut 285 Huntara Korban Tsunami Selat Sunda Rampung April Mendatang

Sementara untuk masyarakat yang tetap menolak di pindahkan ke lahan yang ditetaplan oleh Pemda. Irna akan mengontrakan para korban tsunami ke rumah-rumah warga yang tidak terkena tsunami.

“Jadi kalau memang sulit yang rumit enggak ada solusinya, udah di kontrakin aja selama 6 bulan,” tegasnya. 

BACA :  Data Corona di Laman Info Corona Pemprov Banten Kacau, Kesalahan Diduga Terjadi karena Server Down

Editor: Fariz Abdullah

 



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler