Connect with us

OLAHRAGA

Minggu Sore Ini Tiga Tim Sepakbola Asal Banten Jalani Laga Perdana Liga 2 2019

Published

on

Tekuk PSPS Pekan Baru 2-1, Persita Tangerang Bertengger di Posisi Tiga

Persita Tangerang berhasil menekuk PSPS Pekan Baru dengan skor 2-1 di Stadion Benteng Taruna beberapa waktu lalu. Persita bersama dua Tim sepakbola asal Banten lainnya, yakni Perserang dan Cilegon United akan menjalani laga perdana Liga 2 2019.(Banten Hits/ Hendra Wibisana)

Tangerang – Tiga tim sepakbola asal Banten, yakni Persita Tangerang, Perserang, dan Cilegon United akan menjalani laga perdana Liga 2 2019, Minggu sore, 23 Juni 2019.

Dua dari tiga tim kebanggan warga Banten tersebut akan menjalani laga tandang pada pekan pertama Liga 2. Persita Tangerang akan menghadapi PSGC Ciamis di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis. Sementara Perserang akan dijamu Sriwijaya FC (SFC) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

Berbeda dengan dua koleganya, Cilegon United menjalani laga perdana menjadi than rumah dengan menjamu Aceh United Babel, di Stadion Krakatau Steel, Kota Cilegon.

Target Tinggi Persita

Meski di kandang lawan, PSGC tidak akan mudah menakukkan Persita Tangerang. Tim berjuluk Perdekar Cisadane ini didominasi pemain-pemain berpengalaman eks Liga 1 2017 dan 2018. Dengan kekuatan ini, Persita digadang-gadang sebagai salah satu kandidat juara.

“Kami punya target tinggi di Ciamis. Kalau Tuhan mengizinkan, kami ingin meraih tiga angka dari PSGC. Demi itu semua, bukan cuma persiapan matang yang kami rancang. Adaptasi cuaca dan atmosfir penonton Ciamis pun kami selami. Sejak Kamis (20 Juni 2019) kami sudah berada di Ciamis,” ujar pelatih Persita Tangerang Widodo C. Putra seperti dilansir TopSkor.

PSGC sendiri dipastikan tidak akan mau dipermalukan Persita di depan oendukungnya. Bahkan, PSGC ingin menjadikan Pendekar Cisadane, julukan Persita, korban pertama.

Pertahanan Kokoh Perserang

Tampil di kandang lawan, Perserang diprediksi akan mempertontonkan permainan dengan dominasi benteng pertahanan kokoh yang menjadi khas permainan mereka.

Tidak ada statistik pertandingan Perserang vs Sriwijaya FC, karena kedua tim belum pernah bertemu. Sriwijaya FC merupakan tim degradasi Liga 1, sementara Perserang tim langganan Liga 2.

Hal tersebut diakui Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi. Minimnya pengetahuan soal karakter bermain Perserang, membuat Kas hanya meraba karater lawan dari komposisi pemain.

“Saya tetap anggap Perserang tim berat. Kami tidak boleh remehkan mereka. Tapi, dalam laga perdana ini, apalagi di kandang, kami ingin menang mutlak,” ucap pelatih asal Solo ini.

Pelatih Perserang Jaya Hartono, mengaku tidak gentar walau SFC diperkuat sejumlah pemain naturalisasi dan pemain senior, ada celah yang bisa dibongkar.

“Kami tidak menargetkan yang muluk-muluk. Kami akan all out di setiap laga, agar bisa menembus babak delapan besar,” kata Jaya.

Kehilangan Pilar

Meski diuntungkan tampil di depan publik sendiri, Cilegon United akan memulai petualangannya menjamu Aceh United Babel, di tanpa beberapa pemain andalannya, karena sedang dalam kondisi tidak fit.

Pelatih Cilegon United Bambang Nurdiansyah mengatakan, ada dua pemain intinya yang mengalami kendala. Pertama, Rinto Ali disebut Bambang sedang sakit, sehingga dipastikan tak akan tampil dalam laga perdana ini. Rinto bahkan sudah absen dalam latihan rutin tim selama satu minggu terakhir.

“Walaupun terakhir dia sudah bisa berlatih, tetapi untuk kondisi yang fit saya kira belum, kami masih menimbang hingga besok bagaimana kondisi dia untuk dimainkan,” ujar Bambang.

Selain Rinto, striker Rizki Kurniawan juga mengalami cedera. Bambang mengatakan, Kurniawan bermasalah dengan lutut.

Sebagai pengganti, Banus, sapaannya menyiapkan Aray Suhendri atau Ade Ivan.

Aceh Babel United menyatakan kesiapannya mencuri angka di kandang Cilegon, yang dikenal tak marah bagi tim tamu. Berbekal latihan intensif selama dua bulan, tim merger Aceh United dan Babel United ini percaya diri.

“Tim kami sudah siap. Target kami bisa curi poin di laga perdana,” ujar I Putu Gede, pelatih Aceh Babel.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending