Connect with us

METROPOLITAN

Pemkab Serang Sebut Ikan Pindang yang Dituding Racuni Warga Mancak Tak Berbahaya  

Published

on

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah ketika memberikan keterangan pers usai menghadiri acara sosialisasi Sisumaker. (Nurmansyah/BantenHits).

Serang- Puluhan warga Kampung Pasir Gadung dan Cimebel, Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang harus mendapatkan penanganan medis lantaran mengeluh mual, mulas dan diare, Rabu, 19 Juni 2019.

Data terakhir yang dihimpun, terdapat 75 warga yang diduga keracunan ikan pindang dari seorang pedagang misterius yang kerap berkeliling. Bahkan enam diantaranya harus dilarikan ke RSDP untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Korban Keracunan Ikan Pindang Bertambah, Enam Orang Terpaksa Dirujuk ke RSDP

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah angkat bicara mengenai banyaknya warga yang diduga keracunan itu. Adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chasanah ini telah mengklaim telah mendapat perhatin Dinas Kesehatan Kabupaten Serang.

“Pertama kejadian langsung ditangani puskesmas Mancak sendiri kemudia dinas kesehatan juga turun, saya juga sudah berkomunikasi dengan kadis agar menghendle ini sampai tuntas,”kata Tatu usai menghadiri acara Sosialisasi dan Implementasi Sistem Informasi Surat Masuk dan Keluar (Sisumaker) di Lingkungan Pemkab Serang, di Aula TB Suwandi Senin 24 Juni 2019.

Menurutnya, sampai saat ini hasil uji lab masih belum bisa di publikasikan yang baru diketahui bahwa ikan pindang tersebut tidak mengandung racun dan untuk hasil uji leb keseluruhan belum bisa dipastikan penyebab keracunan warga Mancak.

“Ini sedang di uji coba (laboratorium) baik secara medis itu ternyata kalau racun gak ada, kita nunggu sepuluh hari lagi untuk uji mikroba,”jelasnya.

Dugaan sementara, puluhan warga yang keracunan akibat pedagang ikan pindang kurang bersih saat berjualan dan saat mengkonsumsi tidak dilakukan pengolahan terlebih dahulu.

“Mungkin kan itu kotor, mungkin lalat lah hinggap di sana. Nah ini juga yang harus di sosialisasikan oleh perangkat kesehatan karena saya dapet informasi dari kadis ikan pindang langsung dimakan tanpa di kukus atau dimasak terlebih dahulu,”jelasnya.

Sementara Kapolsek Mancak, AKP Nasir Eming mengungkapkan hal serupa bahwa sampai saat ini pedagang ikan pindang belum dinaikan statusnya sebagai tersangka karena masih menunggu hasil laboratorium.

“Belum, kita masih menunggu hasil lab keluar. Jadi kita belum bisa menentukan ini murni dari ikan pindang atau ada penyebab lain, saya sudah komunikasi sama dokternya jadi yang keluar itu (hasil lab). Ada dua tahap proses proses kimia itu dua hari kalau proses mikroba itu sepuluh hari, Kalau ada hasil secara resmi kita kabarin,”kata Nasir.

Editor: Fariz Abdullah

Trending