Connect with us

METROPOLITAN

PPDB 2019 Dinilai ‘Anak Tirikan’ Sekolah Swasta, Wahidin Halim Kumpulkan SMA/SMK di Banten

Published

on

Gubernur Banten Wahidin Halim

Gubernur Banten Wahidin Halim menjelaskan kondisi Jalan Siliwangi yang mangkrak seusai mendampingi Jokowi. (BantenHits.com/ Ade Indra Kusuma)

Serang- Gubernur Banten mengaku akan mengadakan rapat evaluasi terkait Pendaftaraan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA SMK se-Banten. Menyusul banyaknya protes mengenai pelaksanaan PPDB tahun 2019 yang menyebut tak mendukung atau menganak tirikan sekolah swasta.

“Ya jelas, nanti kita akan lakukan rapat evaluasi PPDB Ofline dengan dikumpulkan para SMA SMK di Banten,”ujar Gubernur Banten, Wahidin Halim saat di temui di aula Kantor Pemprov Banten, Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B), Selasa 25 Juni 2019.

Wahidin juga menjelaskan, bahwa hasil rapat evaluasi PPDB tersebut akan disampaikan kepada Kementrian Pendidikan, dan di sebarluaskan kepada para sekolah di Banten.

“Hasil evaluasi kita liat saja nanti, yang penting ada beberapa catatan yang harus disampaikan kepada Kementrian Pendidikan,” jelasnnya.

Baca Juga: Menyikapi Sisi Negatif PPDB Online, ‘Anak Tirikan’ Sekolah Swasta Hingga Membuatnya ‘Gulung Tikar’

Sementara itu,  Asosiasi Kepala Sekolah SMA Swasta provinsi Banten, Umara R Mauludin menilai, bahwa PPDB pada tahun 2019 harus ada perubahan sistem dan batasan untuk ruang kelas SMA SMK Negeri, supaya sekolah swasta bisa kebagian siswa baru.

“Kita mengkhawatirkan dalam evaluasi adannya penambahan ruang kelas untuk SMA SMK Negeri, sehingga sekolah swasta tidak kebagian siswa. Maka itu, kita meminta keterbukaan pada rapat evaluasi PPDB tahun 2019,” paparnya.

Umara juga meminta, kepada Gubernur Banten ataupun OPD terkait agar memikirkan nasib sekolah swasta yang ada di Banten, dengan diawal pemetaan.

“Karena untuk sekolahan saya (SMA Informatika) yang memiliki akreditasi A, baru ada 27 orang mendaftar. Lalu bagaiman untuk sekolah swasta yang lainnya?, inipun perlu di pikirkan,” pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah

Advertisement
2 Comments

2 Comments

  1. iskandar

    26/06/2019 at 11:21

    Di cipondoh sma negeri cuma ada 1 yaitu sma 10.peminatnya 1000 an lebih jelas antri panjang karena hanya ada 1 sekolah sma negeri tetapi daya tampung hanya 288. Tidak mungkin sekolah swasta kosong pasti di serbu .oleh siswa yang bernasib tidak beruntung karena jarak rumah mereka kalah bersaing dengan yg dekat.kasihan mereka/siswa tersebut padahal.nilai un nya tinggi jerih payah belajar mereka tidak di hargai dan harus kalah dg un rendah hanya karena posisi rumah.dan pasti mereka harus bersekolah ke swasta yg agak jauh seperti yupentek. Sma Harapan bangsa sudah jauh swasta pula bayar mahal .padahal nun nya tinggi.kalau jauh juga mana pemerataannya.. saya salut sm pemda dki jkt yg masih melihat acuan nilai. Sebaiknya ppdb zonasi banten masih mengacu nilai dan zona seperti tahun yg lalu.kalau memang fasilitas jumlah sekolah negeri belum tersedia/sesuai dg jumlah siswa di daerah cipondoh misalnya.zonasi jgn diterapkan dulu kasihan lulusan smp 2019 ini jadi tumbal sistem zonasi. Terima kasih

  2. BestKai

    17/07/2019 at 22:21

    I see you don’t monetize bantenhits.com, don’t waste your traffic, you can earn extra
    bucks every month with new monetization method. This is the best
    adsense alternative for any type of website (they approve all websites), for more details simply search in gooogle: murgrabia’s tools

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × one =

Trending