Connect with us

METROPOLITAN

Tak Ingin Kerusuhan 22 Mei Terulang, 600 Personel Gabungan di Lebak Disiagakan Cegah Pergerakan ‘Massa’ ke Jakarta

Published

on

Wakapolres Lebak Kompol Wendy Andrianto ketika melakukan pemeriksaan terhadap salah satu penumpang KRL di Stasiun Rangkasbitung. (Fariz Abdullah/BantenHits).

Lebak- Sebanyak 600 personel gabungan TNI-Polri disiagakan menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Tujuannya agar mencegah adanya gerakan massa asal Kabupaten Lebak ke Ibu Kota Jakarta.

Wakapolres Lebak Kompol Wendy Andrianto mengaku penyekatan ini dilaksanakan untuk mencegah terjadinya aksi kerusuhan seperti pada tanggal 21 dan 22 Mei lalu. 

“Yang kita periksa barang bawaan mereka (penumpang) seperti tas ataupun yang lainnya,”kata Wendy kepada awak media saat melakukan penyekatan di Stasiun Rangkasbitung, Rabu, 26 Juni 2019.

Penyekatan, sambung Wendy dilakukan di beberapa titik mulai dari Stasiun Rangkasbitung, Terminal Mandala, Pertigaan Citeras dan beberapa akses lainnya menuju kota Jakarta.

“Kita sebar anggota dari seluruh polsek jajaran, kami terus pantau dan tetap waspada agar upaya-upaya yang ingin membuat kejadian aksi 21-22 Mei kembali terulang,”jelasnya.

Wendy membeberkan 600 personel yang disiagakan merupakan anggota gabungan dari 500 personel Polres dan Polsek jajaran dan 100 anggota Kodim 0603 Lebak.

Editor: Fariz Abdullah 

Trending