Connect with us

METROPOLITAN

553 Hektar Sawah di Kecamatan Pagelaran Terancam Gagal Panen

Published

on

Kekeringan melanda 553 hektar sawah di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Kekeringan melanda 553 hektar lahan pesawahan di sedikitnya sembilan desa di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang. Akibat kekeringan, lahan pesawahan tersebut terancam gagal panen.

Wartawan BantenHits.com Engkos Kosasih melaporkan, kondisi kekeringan di Desa Tegal Papak, Margagiri, dan Margasana, diperparah dengan tidak tersedianya saluran irigasi, sehingga permukaan sawah mulai retak dan batang padi mulai mengering.

Berdasarkan catatan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan atau POPT Kecamatan Pagelaran luasan lahan yang terdampak kekeringan yakni, di Desa Tegal Papak terkena 115 hektar, Desa Margagiri 148 hektar, Desa Margasana  20 hektar. Desa-desa tersebut dinilai paling parah mengalami kekeringan.

BACA :  Bantuan Air Bersih PDAM TKR Kotor dan Bau, Korban Kekeringan di Kelapa Dua Kecewa

Desa lainnya adalah Desa Bama 20 hektar, Desa Pagelaran 50 hektar, Desa Sukadame 50 hektar, Desa Kertasana 40 Hektar, Desa Bulagor 50 hektar, Desa Harapan Karya 40 hektar. Jika di total keselurahan terdapat 533 hektar sawah di Kecamatan Pagelaran terkena kekeringan.

Petani di lokasi mengaku, tidak semua tanaman padi yang terdampak kekeringan mengalami gagal panen. Ada tanaman yang bisa dipanen, namun hasilnya tidak optimal.

“Ada yang bisa dipanen, cuma hasil panennya tidak optimal. Kalau seperti ini saja (Kekeringan), ya sebagian besar pasti ada yang gagal panen,” kata petani di sekitar yang enggan disebutkan namanya, Rabu, 26 Juni 2019.

Petugas POPT Kecamatan Pagelaran, Bayi Sumarta mengatakan, kekeringan yang melanda di Kecamatan Pagelaran bisa saja meluas jika tidak ada hujan.

BACA :  Pengemudi Gojek Tewas Terlindas Truk Trailer di Pasar Kemis Tangerang

“Karena sawah di Kecamatan Pagelaran ini tadah hujan, memang dampaknya itu terasa sangat luar biasa. Terutama di tiga desa itu, tidak bisa diupayakan untuk kompanisasi. Artinya, diterjang kemarau sebulan saja bisa langsung terkena kekeringan,” kata Bayi.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler