Connect with us

METROPOLITAN

Kepergok Mesum di Hotel, Pria di Tangerang Sebut Dirinya Bayar Pajak

Published

on

Sejumlah pasangan diduga mesum yang dijaring petugas dari hotel di wilayah Kota Tangerang. (Dok. Banten Hits)

Tangerang – Petugas Dinas Satpol PP Kota Tangerang menggelar razia di sejumlah hotel dan tempat yang disinyalir kerap dijadikan tempat mesum di Kota Tangerang, Rabu malam, 26 Juni 2019.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan tujuh pasangan bukan suami istri diduga tengah mesum di sejumlah kamar hotel di Kota Tangerang. Pasangan tersebut langsung dibawa ke Kantor Dinas Satpol PP Kota Tangerang.

Saat razia berlangsung ada kejadian menegangkan sekaligus menggelikan. Hal itu terjadi saat petugas memergoki pria berinisial RM (33) sedang mesum dengan pasangan yang bukan istrinya di sebuah kamar hotel di Neglasari, Kota Tangerang.

Merasa aktivitasnya diganggu petugas, pria tersebut lantas mengajak duel aparat yang melakukan razia. RH menantang petugas yang saat itu mengetuk pintu kamar hotelnya.

“Ngapain coba, saya masuk hotel juga pakai uang sendiri bukan uang negara,” ujar RH seperti dilansir Warta Kota.

RH yang diketahui sehari – hari bekerja di bengkel las Panongan, Kabupaten Tangerang tersebut tersulut emosi menantang aparat untuk berkelahi. Namun petugas tidak terpancing atas provokasi yang dilakukannya.

“Oh jadi begini, kami bayar pajak cuma untuk dipermalukan dan diganggu. Mending lu pada berantem sama gua,” ucapnya semakin geram.

Kendati demikian petugas tetap membawa RH dan pasangannya ke Kantor Satpol PP Kota Tangerang untuk dilakukan pendaataan.

Kabid Trantib Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli menjelaskan dalam kegiatan operasi rutin yang dilakukannya pada kali ini pihaknya berhasil mengamankan tujuh pasangan yang diduga mesum.

Mereka terjaring dari beberapa hotel di tiga Kecamatan berbeda.

“Mulai dari Kecamatan Tangerang, Karawaci dan Neglasari kami sisir dalam razia ini,” kata Ghufron.

Ghufron menyebut selanjutnya mereka yang diamankan itu dilakukan pendataan dan pembinaan.

Serta diberikan surat perjanjian yang berisi tidak lagi akan mengulangi perbuatan mesumnya di Kota Tangerang.

“Sanksi yang kami terapkan kepada mereka adalah surat perjanjian yang diketahui Ketua RT dan RW setempat yang berisi tidak lagi akan mengulangi perbuatan mesumnya,” paparnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending