Connect with us

METROPOLITAN

Desa Tanara Direncanakan Jadi Destinasi Wisata Reliji, Menteri Pariwisata Singgung soal Toilet

Published

on

Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah ketika memberikan keterangan pers terkait rencana Desa Tanara jadi Destinasi Wisata Reliji. (BantenHits.com/ Nurmansyah Iman)

Serang – Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan pembangunan destinasi wisata reliji di Banten, tepatnya di Makam Syekh Nawawi, Desa/ Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, selesai dalam kurun waktu tiga bulan.

Tapi Arief memberi catatan, dalam pengembangan destinasi wisata reliji ini, bukan hanya lokasi yang direlokasi dan dibangun, akan tetapi juga sumber daya manusia (SDM) yang harus ditingkatkan.

“Tadi itu dari enam program yang saya persentasikan lima di antaranya adalah SDM. Kalau yang kecil seperti ini dari santrinya, dari pengurusnya, dari guru-gurunyanya nanti dari masyarakatnya kemudian ketika siap semua pararel akan kita bangun di sini,” kata Arief kepada wartawan Saresehan Pengembangan Wisata Religi di Pesantren Annawawi Tanara dalam rangka bimbingan teknis peningkatan kapasitas pengelolaan wisata sejarah dan warisan budaya, Jumat 28 Juni 2019.

BACA :  Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas, Polisi Bagikan Permen ke Pengedara di Kota Serang

Lebih detail, Arif mengungkapkan salah satu yang harus diubah merupakan kebersihan, karena hal ini merupakan pesona yang paling diinginkan wisatawan. 

“Misalkan wisata pesona yang paling diinginkan orang adalah kebersihan. Jadi saya (kalau jadi wisatawan) tidak mau ketika orang dateng apalagi wilayah pesantren lalu tidak bersih  itu tidak baik untuk wisata reliji itu sendiri, loh ko begini?” jelasnya.

Pantauan BantenHits.com, saat acara berlangsung, sampah di lingkungan Makam Syekh Nawawi tampak berserakan. Sampah bahkan menumpuk di pinggiran kali hingga memenuhi aliran sungai.

Sampah yang menumpuk berupa sampah organik yang bercampur dengan sampah non organik. Akibat tumpukan sampah, air sungai berubah keruh kehijauan.

BACA :  Wanita Asal Sukabumi Ini Kehilangan Dua HP setelah Diajak 'Ngamar' sama Kenalan Facebook

Saat acara itu, Arif pun mengingatkan kepada tim, jika dirinya datang kembali ke Tanara yang akan dijadikan destinasi wisata ini, lokasi sudah bersih dari sampah, juga lokasi tempat buang air besar sudah tersedia.

“Tadi saya sudah ingatkan tim, pokoknya kalau saya datang lagi ke sini harus sangat bersih. Toiletnya harus sangat bagus, karena ada peribahasa, jika kamu ingin mengetahui budaya suatu bangsa atau satu kabupaten atau kecamatan ini bisa dilihat dari toiletnya. Jadi kalau toiletnya tidak bersih betapa malunya kita nah itu saya tekankan kebersihan,” tutupnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Terpopuler