Connect with us

METROPOLITAN

Diduga Ilegal, Warga Sumur Watu Cilegon Setop Paksa Aktivitas Pembuangan Limbah Milik PT KPCC

Published

on

Sejumlah kendaraan milik PT Multi Talent Universal diduga tengah membuang limbah di lingkungan Sumur Watu. (Iyus Lesmana/BantenHits).

Cilegon- Warga Sumur Watu, Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon melakukan penyetopan paksa terhadap aktivitas pembuangan limbah Sludge Kapur milik PT Krakatau Posco Chemtec Caltination atau KPCC. Mereka menuding aktivitas yang banyak merugikan warga itu tidak mengantongi izin alias ilegal.

“Karena ada kesepakatan dari masyarakat dengan perusahaan untuk tidak melakukan pembuangan limbah di lahan yang dijadikan tempat penampungan limbah lumpur kapur,”kata Sugiharto (31) salah seorang warga sekitat saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu, 30 Juni 2019.

Sugi mengungkapkan bahwa sebelumnya warga juga pernah melakukan hal yang sama pada tahun pada akhir tahun 2018 dengan menghentikan aktivitas pembuangan limbah kapur yang diduga dikelola oleh PT Multi Talent Universal itu. Namun belakangan di ketahui bahwa pihak perusahaan tetap membandel hingga membuat warga geram.

BACA :  Jual Ciu, Pemuda di Rajeg Digelandang ke Kantor Polisi

“Warga warga tidak mau ada pembuangan limbah di lokasi itu, dulu sempet berjalan dan sudah sempat di setop juga tapi tetep buang limbah lagi kira-kira sudah berjalan dua bulan kebelakang,”ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa warga lingkungan sekitar tetap menolak adanya aktivitas pembuangan limbah yang kerap menimbulkan dampak kepada masyarakat seperti polusi udara dan material limbah menjadi licin saat terkena air hujan.

“Belum ada izin dari masyarakat termasuk RT maupun Lurah Deringo, dari pihak PT Multi menolak adanya pertemuan karena persusahaan berdalih kalau sudah mengantongi izin dari DLH katanya. Makanya saya bingung sebagai warga izinnya dari mana sedangkan warga tidak mengizinkan,”tandasnya.

Sementara saat dikonfirmasi Lurah Deringo Edi Qodratullah, membenarkan warganya melakukan penyetopan aktivitas pembuangan limbah. Setelah mendapatkan informasi dari warga pihaknya langsung mendatangi Lokasi pembuangan limbah.

BACA :  Penghuni Lapas Cilegon Tewas Diduga Dianiaya, Leher dan Tangannya Patah

“Setelah melihat langsung memang ada pembuangan limbah ada sekitat 5 mobil yang buang limbah di lokasi,”ujarnya.

Edi mengaku untuk meredam emosi masyarakat ia langsung meminta kepada perusahaan pengelola limbah untuk menghentikan aktivitas pembuangan limbah tersebut.

“Jadi sebelumnya menurut pengakuan warga sudah menyurati ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon. Saya minta kepada perusahaan untuk menunjukan izinnya untuk saya perlihatkan kepada warga jika memang ada izinnya. Nanti kita akan kumpulkan antara masyarakat dengan pihak perusahaan untuk di pertemukan,”pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler