Connect with us

METROPOLITAN

Sehari Setelah Putusan MK, Ma’ruf Amin Ungkap soal Masa Depan Desa Leluhurnya seperti Ini

Published

on

Cawapres 01 Ma’ruf Amin ketika memberikan keterangan pers. Ma’ruf menilai santri di Banten akan menanggung malu jika sampai 01 kalah di Banten. (Dok.BantenHits.com)

Serang – Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan hasil sengketa Pilpres 2019 dengan menyatakan menolak seluruh gugatan pasangan Prabowo-Sandi, Kamis, 27 Juni 2019. Artinya, sesuai ketetapan KPU RI, pasangan Jokowi-Ma’ruf merupakan presiden dan wakil presiden RI terpilih 2019-2024.

Sehari setelah keputusan MK atau Jumat, 28 Juni 2019, beraktivitas di Ponpes An-Nawawi Al-Bantani, Desa Tanara, Kabupaten Serang. Desa ini merupakan tanah kelahiran Syekh An-Nawawi Al-Bantani, yang tak lain kakek buyut Ma’ruf Amin.

Ma’ruf mengungkapkan, Desa Tanara di Kabupaten Serang menjadi akan menjadi Desa Wisata Religi. Menurutnya, desa tersebut memiliki beberapa potensi, di antaranya keberadaan Situs Syekh Nawawi Al-Bantani dan Syekh Abdul Karim.

“Karena memang nanti Tanara ini akan menjadi desa wisata, ada situs Syekh Nawawi, Syekh Abdul Karim dan akan dibangun juga Islamic Center di sini (Tanara), jadi desa wisata yang dikembangkan,” katanya kepada awak media di Ponpes An-Nawawi Al-Bantani, Tanara, Kabupaten Serang, Jumat malam, 28 Juni 2019.

BACA JUGA: Desa Tanara Diwacanakan Jadi Destinasi Wisata Reliji, Menteri Pariwisata Singgung soal Toilet

Wakil presiden Republik Indonesia terpilih ini mengatakan, pembangunan Desa Tanara sebagai Desa Pariwisata rencananya akan di bantu oleh kementerian, seperti kementerian pariwisata, kementerian desa dan PDT serta kemenristek dikti.

“Jadi nanti ada menteri pariwisata, menteri desa dan menristek dikti yang sudah menyumbangkan laptop untuk Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih,” terangnya.

Sebelumnya, di lokasi yang sama Menteri Pariwisata Arif Yahya memberikan keterangan pers menjanjikan pembangunan destinasi wisata di Tanara, Kabupaten Serang, Banten ini akan rampung dalam tiga bulan terakhir. 

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending