Connect with us

METROPOLITAN

HUT Bhayangkara 73, Polda Banten Tabur Bunga di Perairan Merak

Published

on

Waka Polda Banten Brigjen Pol Tomex Kurniawan beserta PJU Saat Melakukan Tabur bunga di Peraiaran Merak. (BantenHits.com/Iyus Lesmana).

Cilegon- Memperingati Hari Bhayangkara ke 73, jajaran petugas Kepolisian Daerah (Polda) Banten menggelar upacara tabur bunga di perairan Merak, Senin, 1 Juli 2019. Tujuannya sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada para pahlawan

Dalam acara yang dilakukan di Mako Polisi Perairan dan udara (Polairud) Polda Banten beberapa Pejabat Utama ( PJU ) Seperti Waka Kapolda Banten Brigjen Pol Tomex Kurniawan, Direktur Polda Banten Direktur Polairudda Polda Banten AKBP Nunung Syaifudin, Kapolres Cileon AKBP RIzki Agung Prakoso dan lainnya langsung menaiki Kapal Patroli Kenari 3007 untuk melakukan tabur bungan di tengah laut.

BACA :  Polres Metro Tangerang Bakal Tindak Ormas yang Sweeping di Bulan Ramadan

“Ini adalah makna wujud syukur atas segala perjuangan para pahlawan kita yang telah gugur yang tela memberikan komtribusi dan pondasi kepada kami semua generasi penerusnya,”kata Wakapolda Banten Brigjen Tomex Kurniawan usai Upacara Tabur Bunga.

Tomex mengungkapkan bahwa wilayah perairan yang masuk dalam wilayah hukum Polda Banten memang cukup luas sehingga butuh solidaritas dan kemampuan mumpuni khususnya bagi personel Ditpolairud Polda Banten. Sehingga bila terjadi beberapa peristiwa seperti kecelakaan laut petugas dapat bergerak cepat untuk melakukan penanganan.

“Secara umum kita lihat wilayah perairan Polda Banten cukup luas di beberapa tempat masih terjadi penanganan-penanganan terutama kecelakaan laut, kita berupaya dalam waktu tertentu seperti beberapa waktu lalu membantu masyarakat dan alhamdulillah kita bisa tangani dengan baik dan korban ada banyak juga yang selamat,”ungkapnya.

BACA :  Terekam CCTV, Pria yang Diduga Pelaku Teror Bom di Mal Teraskota Membawa Sebuah Tas Ransel

Menurutnya saat ini kapal-kapal patroli yang beroperasi di Polairud Polda Banten dinilai kurang cukup memadai hal itu terlihat salah satunya pada peristiwa terdapat nelayan yang hilang di perairan Ujung Kulon. Kapal milik Polairud tidak dapat menembus wilayah tersebut karena ombak yang cukup besar.

“Kapal pun memang kita C2 idealnya memang B3 untum menjangkau pulau-pulau terluar,” imbuhnya.

Editor: Fariz Abdullah

Terpopuler