Connect with us

METROPOLITAN

Disatroni Orang Tua Siswa dan Kades, SMAN 1 Cibadak Sepakat Tambah Kuota Penerimaan

Published

on

Puluhan orang tua siswa ketika melakukan musyawarah dengan pihak SMAN 1 Cibadak mengenai penambahan kuota siswa. (Istimewa).

Lebak- Sejumlah orang tua siswa di Desa Cisangu, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak mendatangi SMAN 1 Cibadak, Selasa, 2 Juli 2019. Kedatangan mereka tidak lain untuk melakukan musyawarah mengenai nasib para anaknya yang gagal masuk sekolah di satu-satunya sekolah di Kecamatan Cibadak itu.

Dikomandoi Kepala Desa Cisangu, Iden Sukatma pelaksanaan musyawarah di ruang laboratorium SMAN 1 Cibadak itu membuahkan hasil. Pihak sekolah sepakat untuk menambah kuota penerimaan siswa dengan menambah satu rombongan belajar (rombel) untuk tahun ajaran 2019 – 2020 dengan memanfaatkan ruang laboratorium sebagai tempat belajar.

“Semua wali kelas datang. Alhamdulilah hasil musyawarah ada penambahan kuota. Di Cisangu saja 23 siswa, nanti teknisnya diserahkan kepada pihak sekolah,”kata Iden kepada awak media.

Iden berharap, pemerintah mengevaluasi sistem zonasi pada PPDB 2019. Jika dipertahankan, dia khawatir akan anak-anak di wilayahnya akan telantar karena tidak bisa sekolah. Padahal, pemerintah mencanangkan wajib belajar 12 tahun.

“Anak-anak di Cisangu nanti akan telantar jika sistem zonasi tidak dihapus,”tegasnya.

Baca Juga: Kecewa Anaknya Tak Diterima Sekolah, Belasan Orang Tua Siswa di Cibadak Ngadu Ke Kades

Sementara Kepala KCD Dindikbud Banten Wilayah Lebak Sirojudin Al-Farisy menerangkan penambahan kuota atau rombongan belajar diperbolehkan selama sekolah memiliki ruangan dan meubeler yang memadai untuk dilaksanalan KBM.

“Itu ngga masalah asal ada ruangannya, mebeulernya siap, silahkan menambah rombel. Hal seperti ini juga terjadi di Kecamatan Maja,”terangnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending