Connect with us

METROPOLITAN

Guru Ngaji di Jayanti Ternyata Dibantai Mantan Adik Ipar, Motifnya Sakit Hati Tak Diizinkan Rujuk

Published

on

 

Kapolsek Cisoka AKP Uka Surbakti saat akan mengevakuasi jenazah guru ngaji yang tewas dibantai mantan adik iparnya. (Istimewa)

Tangerang – Yahya (51) , seorang guru ngaji di Kampung Nanggung RT. 04/01, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, tewas setelah dibacoki Sarjaya (43), tetangga korban, Selasa pagi, 2 Juli 2019.

BACA JUGA: Guru Ngaji di Jayanti Tewas Dibantai di Belakang Majelis Taklim Nurul Mutaqin

Kapolsek Cisoka AKP Uka Surbakti mengatakan, selain tetangga, Sarjaya juga diketahui mantan adik ipar korban. Pelaku dengan adik korban sebelumnya pernah menikah. Namun keduanya sudah berpisah, meski belum ada putusan resmi pengadilan.

“Pelaku dan adik korban sudah enam bulan pisah ranjang,” terang Uka kepada BantenHits.com, Selasa siang, 2 Juli 2019.

BACA :  Bikin Resah, Pengedar Sabu di Pondok Aren "Ketangkap Basah"

Sebelum peristiwa pembacokan, korban sempat mendatangi pelaku yang saat itu tengah menebang pohon mangga.

“Korban saudara Yahya berkata, ‘adik gue enggak bakal gua kasih sama lo, mau gue modalin buka toko’,” ungkap Uka menirukan omongan korban kepada pelaku.

Diduga karena sakit hati dengan ucapan korban, pelaku langsung menghampiri korban yang tengah membakar sampah di belakang Majelis Taklim Nurul Mutaqin dan langsung membacoki korban dari arah belakang.

Usia membunuh sang ustaz, pelaku yang dikenal sebagai buruh harian lepas ini kemudian membabi-buta menyabetkan golok ke semua orang yang ada di lokasi.

Pelaku kemudian masuk ke dalam rumah dan bersembunyi hingga akhirnya dilumpuhkan jajaran Polsek Cisoka. Petugas saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku.

BACA :  Awasi Penyaluran Raskin, DPRD Banten Sidak Stok Beras Bulog

Sementara, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Balaraja untuk menjalani autopsi guna keperluan penyelidikan.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana




Photos

  • Videos


  • Terpopuler