Connect with us

METROPOLITAN

PT Krakatau Posco Chemtec Caltination Berkelit soal Pembuangan Limbah Diduga Ilegal Disetop Warga

Published

on

Sejumlah kendaraan milik PT Krakatau Posco Chemtec Caltination (KPCC) diduga tengah membuang limbah di lingkungan Sumur Watu.

Cilegon – Warga Lingkungan Sumur Watu Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, menyetop paksa aktivitas pembungan limbah milik PT Krakatau Posco Chemtec Caltination (KPPC), Minggu, 30 Juni 2019.

BACA JUGA: Diduga Ilegal, Warga Sumur Watu Cilegon Setop Paksa Aktivitas Pembuangan Limbah Milik PT KPCC

Terkait hal itu, Manajemen PT KPCC akhirnya angkat bicara. Melalui HR & Commerce Director PT KPCC Akhmad Syariful Huda  
yang merupakan Main contractor PT Krakatau Posco mengakui bahwa beberapa waktu ke belakang pihaknya melakukan pembuangan limbah kapur.

BACA :  Caleg PKS Hadiri Ospek di UNMA Banten, Mahasiswa: Asal Jangan Dibawa ke Politik

“Memang benar ada aktivitas pembuangan limbah dan kegiatannya sudah dilakukan sejak lama. Tapi bukan dari KPCC yang melakukan pembuangan. Namun dilakukan oleh perusahaan yang sudah menjadi rekanan dari KPCC,” ujarnya Senin, 1 Juli 2019.

Akhmad  menegaskan, PT KPCC tidak bertanggung jawab atas adanya aktivitas proses pembuangan limbah kapur ini. Pasalnya pembuangan sudah menjadi tanggung jawab perusahaan pihak ketiga yakni PT Multi Talent Universal (MTU).

“Bukan tanggung jawab dari KPCC lagi dalam hal ini. Karena, KPCC telah memberikan pekerjaan ini kepada rekanan pihak ketiga. Dan kami pastikan, semua rekanan sudah mempunyai izin dan tempat membuang limbah,” tegasnya. 

Akui Punya Izin

Sementara Saat dikonfirmasi Asisten Manager PT MTU Hadi Hazmudin membantah tudingan warga yang mengatakan jika aktivitas pembuangan limbah lumpur kapur yang dilakukannya oleh pihaknya di lokasi penampungan limbah tersebut tidak memiliki ijin alias illegal.

BACA :  Kadindik Pandeglang Kecewa Kinerja Guru PNS

Ia menegaskan bahwa pihak perusahaan sudah mengantongi ijin Surat Pernyataan Kesanggupan pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon.

“Kita membuang limbah di lokasi pembuangan yang sudah mendapatkan ijin dari DLH dan sudah mengantongi SPPL-nya jadi tidak benar jika masyarakat berbicara itu dibuang bukan pada tempatnya. Karena memang kita membuang di tempat kita,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Saat disinggung adanya permintaan dari Kelurahan Deringo untuk menunjukan bukti surat ijin pembuangan limbah oleh PT MTU, Hadi mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah berkomunikasi dengan Lurah Deringo Edi Qodratullah untuk memperlihatkan surat ijin pembuangan limbah.

BACA :  HMI Pandeglang Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Baduy

“Memang saat itu saya di lokasi dan saya tidak membawa surat ijinnya. Nah hari ini saya bertemu dengan pak lurah dengan membawa surat ijin berikut rekomendasinya lengkap dan hari ini surat-surat itu sudah kami perlihatkan dan sudah kami berikan kopiannya,” ungkapnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler