Connect with us

METROPOLITAN

PT Krakatau Steel Mulai Bergejolak, Ribuan Buruh Unjuk Rasa Tolak PHK Massal

Published

on

Unjuk rasa ribuan buruh PT Krakatau Steel (KS) di depan Gedung Teknologi PT KS. Buruh menolak PHK massal. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja di Kota Cilegon melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Teknologi PT Krakatau Steel (KS) yang berada di Komplek Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), Selasa, 2 Juli 2019.

Wartawan BantenHits.com Iyus Lesmana Melaporkan, unjuk rasa ribuan buruh sebagai bentuk penolakan para buruh terhadap kebijakan restrukturisasi oleh perusahaan penghasil baja terbesar di Asia ini. Rencana restrukturisasi berimbas pada PHK massal.

Pantauan BantenHits.com sejak pukul 08:00 WIB massa buruh dari berbagai serikat di Kota Cilegon terus berdatangan hingga memenuhi area lokasi unjuk rasa.

Mereka berorasi di atas mobil komando untuk menyampaikan tuntutan penolakan kebijakan restrukturisasi.

Terlihat pula beberapa perwakilan buruh memasuki area pabrik untuk mengajak sejumlah buruh yang sedang berada di dalam pabrik untuk keluar dan ikut berunjuk rasa.

BACA :  Polisi Ciduk Preman dan Calo di Terminal Terpadu Merak

“Nyawa kita tinggal 2 bulan lagi, Agustus nanti adalah pertaruhan nasib kita,” ujar salah seorang buruh saat memberikan orasinya.

Buruh juga meminta agar pihak managemen PT KS dapat menjelaskan kondisi yang terjadi pasalnya pada 31 Agustus mendatang, buruh outsourcing yang bekerja di PT KS kembali bakal dirumahkan. Di mana telah diketahui Per 1 Juli 2019 kemarin terdapat  800  buruh outsourcing sudah menyusul dirumahkan. 

“Direktur utama mohon datang untuk berbicara bagaimana kondisi KS sebenarnya. Apabila Dirut ridak datang maka kita nginep, apabila kalau Dirut KS sampai jam 4 tidak datang, tolong siapkan tenda,” tandasnya.

Kurangi Tunjangan Pejabat PT KS

Saat diwawancari awak media, Ketua Forum Serikat Buruh KS (FSBKS) Sanudin menegaskan, buruh sangat menolak adanya kebijakan restrukturisasi tersebut.
Pasalnya masih banyak upaya yan bisa ditempuh selain PHK yang sangat merugikan para buruh.

BACA :  Pemkab Pandeglang Akui Pengawasan Proyek Lemah

“Perusahaan bisa menyikapi dengan cara lain, selain dengan merumahkan bahkan mem-PHK para buruh. Salah satunya dengan mengurangi tunjangan-tunjangan para pejabat KS yang dinilai jauh lebih besar dibandingkan dengan yang buruh terima,” ujarnya.

Sanudin mengatakan, pihaknya sangat kecewa terhadap direksi PT KS yang enggan menemui para buruh.

“Direksi tutup mata tutup telinga padahal buruh ingin menyampaikan secara langsung solusi-solusi lain yang tidak merugikan para buruh,” keluhnya.

Libatkan Anak Usaha KS Grup

Sementara melalui siaran pers yang diterima wartawan, Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, dalam hal menjalankan perampingan organisasi melibatkan anak-anak usaha KS Group.

Program ini akan membuat unit-unit kerja di internal Krakatau Steel akan lebih optimal sehingga mampu menjalankan bisnis secara efisien dan lebih produktif.

BACA :  Tragis! Perempuan Muda di Tangerang Ini Nafkahi Lima Anak dari Bisnis Esek-esek di Apartemen Modernland

Sementara anak perusahaan yang mendapat tambahan karyawan dari KS akan dapat mengembangkan bisnisnya untuk mendapatkan pasar dan pendapatan baru dari luar KS Group. 

“Saya mengajak seluruh anak usaha KS untuk bersama-sama menyelamatkan bisnis baja KS karena untuk menyelesaikan permasalahan tersebut perlu mengedepankan semangat gotong-royong dan kebersamaan semua pihak,” ujar Silmy. 

Ia menyadari terkait program restrukturisasi dan transformasi perusahaan ini tidak akan bisa menyenangkan semua pihak. Akan tetapi, manajemen menjamin program ini dilakukan sesuai dengan aturan perundangan.

“Jadi tidak benar ada PHK massal kepada karyawan Krakatau Steel. Restrukturisasi organisasi tidak selalu identik dengan Pemutusan Hubungan Kerja, ada banyak cara dalam perampingan struktur organisasi,” ungkap Silmy. 

Selain menggelar unjuk rasa di depan Gedung Teknologi PT KS, ribuan buruh juga akan melakukan aksi unjuk rasa yang sama di depan kantor wali kota Cilegon.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 

Terpopuler