Connect with us

METROPOLITAN

Dipukuli Massa, Pembunuh Guru Ngaji di Jayanti Hanya Lecet

Published

on

Kondisi Sarjaya, pembunuh guru ngaji di Jayanti tampak baik-baik saja. Padahal sebelumnya Sarjaya dikeroyok massa. (Istimewa)

Tangerang – Massa di Kampung Nanggung, RT. 04/01, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, tak mampu meredam emosi. Mereka memukuli Sarjaya (43), pembunuh Yahya (51), guru ngaji di kampung itu.

Rentetan tembakan polisi ke udara tak mampu meredam amuk massa. Secara beringas massa memukuli Sarjaya dengan tangan kosong, bahkan ada yang menggunakan kayu.

BACA JUGA: Pembunuh Guru Ngaji di Jayanti Dihakimi Massa di Depan Polisi, Rentetan Tembakan Tak Digubris

Melihat aksi beringas massa di lokasi, semua orang pasti menyangka kondisi pelaku babak belur akibat terkena pukulan massa. Lalu, seperti apa kondisi pelaku setelah diamuk massa.

BACA :  Pandemik Covid-19; Dua Pekan Pelajar TK, SD dan SMP di Kota Tangerang Belajar di Rumah

Wartawan BantenHits.com Hendra Wibisana memperoleh foto kekinian Sarjaya di Mapolsek Cisoka, sesaat setelah dirinya diamankan polisi dari amukan warga.

Dalam foto tersebut, tak terlihat ada luka lebam atau babak belur akibat dipukuli massa. Bahkan, Sarjaya terlihat baik-baik saja.

Kapolsek Cisoka AKP Uka Surbakti menyebut, Sarjaya hanya mengalami luka lecet. Namun, Uka tak merinci pasti di mana luka lecet yang diderita Sarjaya.

“Pelaku sendiri gak ada luka serius, cuma lecet dikit doang,” kata Uka kepada BantenHits.com.

Uka mengungkapkan, warga di Kampung Nanggung saat itu sudah membawa senjata tajam untuk menghakimi pelaku. Beruntung, berkat kesigapan petugas, pelaku bisa lolos dari aksi yang lebih anarkistis.

BACA :  Lukman Siswanto Residivis Narkotika yang Tak Pernah Kapok

“Berkat kesigapan kita, pelaku berhasil diamankan dari amukan warga sekampung. Kalau gak bisa mati dia. Soalnya warga udah pada bawa senjata tajam,” ungkap Uka. 

Yahya, seorang ustaz di Kampung Nanggung RT. 04/01, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, tewas setelah dibacoki Sarjaya, tetangga sekaligus mantan adik ipar korban, Selasa pagi, 2 Juli 2019 sekitar pukul 08.30 WIB.

Menurut Uka, pelaku dengan adik korban sebelumnya pernah menikah. Namun keduanya sudah berpisah, meski belum ada putusan resmi pengadilan.

“Pelaku dan adik korban sudah enam bulan pisah ranjang,” terang Uka.

Sebelum peristiwa pembacokan, korban sempat mendatangi pelaku yang saat itu tengah menebang pohon mangga.

BACA :  Gudang Plastik di Pergudangan Dadap Terbakar

“Korban saudara Yahya berkata, ‘adik gue enggak bakal gua kasih sama lo, mau gue modalin buka toko’,” ungkap Uka menirukan omongan korban kepada pelaku.

Diduga karena sakit hati dengan ucapan korban, pelaku langsung menghampiri korban yang tengah membakar sampah di belakang Majelis Taklim Nurul Mutaqin dan langsung membacoki korban dari arah belakang.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler