Connect with us

METROPOLITAN

Menjelang Idul Adha, Pengawas Hewan Kurban di Pandeglang Diperketat

Published

on

Pemkab Tangerang Imbau Warga Beli Hewan Kurban Berlabel

Ilustrasi pemeriksaan hewan kurban di Kabupaten Tangerang. (Dok.BantenHits).

Pandeglang – Menjelang perayaan hari raya kurban atau Idul Adha, Dinas pertanian Kabupaten Pandeglang melakukan pengawasan penyakit berbahaya yang seriing menyerang hewan kurban, seperti penyakit antraks.

“Adapun penyakit paling diawasi itu penyakit antraks, karena itu bisa menukar kepada manusia dan menimbulkan kematian kepada hewan, belum ada pemeriksaan, itu kan bulan Agustus idul adha nya, biasanya kita mulai pemeriksaan hewan dua minggu sebelum idul adha,” kata Kabid Peternakan Distan Pandeglang, Diah, Selasa, 2 Juli 2019.

Ia mengatakan, terdapat beberapa kota yang pernah terkena penyakit antraks kepada hewan, diantaranya terdapat lima kota yang direkomendasikan untuk dihindari pembelian hewan.

BACA :  Putus Sebaran Covid-19 di Klaster Perkantoran, Pemkot Cilegon Rapid Test 327 Pegawai

“Ada daerah-daerah yang sudah terkena dengan penyakit antraks hewannya, seperti Bogor, Banyuwangi, Purwakarta, Sukabumi, Boyolali, harapannya itu kepada para pedagang kalau mau beli hewan ternak jangan di daerah tersebut, Alhamdulillah pandeglang itu masih terbebas dari penyakit antraks,” ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Pandeglang saat ini masih terbebas dari peredaran penyakit antraks, meski demikian, dirinya menyarankan kepada seluruh pedagang hewan kurban untuk berhati-hati.

“Insyaallah kebetulan untuk pandeglang itu kan masih terbebas dari penyakit antraks, biasanya juga kita periksa, kita juga suka melakukan kordinasi dengan beberapa pihak dari rumah potong hewan penjual hewannya dan beberapa lapak di jalan,” ucapnya.

Adapun untuk pengendalian penyakit hewan antraks, lanjut Diah harus diawasi lalu lintas penjualan hewan, sebab dengan memantau lalu lintas hewan akan mengetahui di mana saja yang terkena penyakit antraks.

BACA :  Mau Beraksi, Kawanan Perampok Malah Terjaring Razia

“Kalau seandainya ada hewan yang terkena penyakit antraks, itu harus dipisahkan dari hewan yang sehat, kemudian dilakukan perawatan dengan diberikan suntik obat, kalau hewan tersebut yang berpenyakit antraks mati, itu tidak boleh dipotong dan tidak diperbolehkan sampai tercium bau, intinya lalu lintas penjualan hewan yang harus diawasi,” tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler