Connect with us

METROPOLITAN

Sebelum Karut-marut PPDB Terjadi di Banten, Ternyata DPRD Sudah Baru Masukan Ini ke Gubernur

Published

on

Ketua Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan mengaku sudah memberikan sejumlah masukan terkait PPDB kepada Gubernur Banten Wahidin Halim. (BantenHits.com/Mahyadi)

Serang – Karut-marut penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2019 tingkat SMA/SMK di Provinsi Banten nyaris saban tahun terjadi.

Ketua Komisi V DPRD Banten, Fitron Nur Ikhsan menyebut, PPDB dengan sistem zonasi menjadi memberatkan wali murid maupun siswa untuk masuk sekolah negeri, sekaligus juha enggan masuk sekolah swasta karena alasan biaya. 

“Sehingga siswa yang tidak masuk di sekolah negeri menjadi kebingungan, dengan biaya sekolah swasta lumayan mahal,” ujar Fitron kepada awak media, Rabu 3 Juli 2019.

Padahal, kata Fitron, DPRD Banten sudah menyampaikan secara detail kepada Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) soal menerapkan sekolah merata bagi negara maupun swasta di Provinsi Banten.

“Bukan sekolah gratis yang membebankan siswa. Jadi berbagai aspek harus diperhatikan. Apalagi sekolah Sswasta ini adalah pahlawan, jangan dibeda-bedakan. Sehingga perebutan kursi di sekolah negeri tidak terjadi, kalau bantuan dana sekolah di bagi secara merata,” paparnya.

Ia mengharapkan untuk Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Banten senilai Rp 4,6 per siswa digantikan dengan program bantuan voucher siswa senilai Rp 1,6 juta, sehingga setiap siswa yang lulus SMP yang ingin melanjutkan bersekolah tidak berebut untuk masuk sekolah negeri.

“Barulah sistem zonasi bisa diterapkan, karena sekolah swasta tidak menjadi memberatkan pada siswa lulusan SMP yang ingin melanjutkan ke tingkat SMA negeri maupun swasta karena ada voucher siswa, dan itu diberikan secara merata tidak memandang miskin atau kaya,” tegasnya.

“Nah kalau begini, sekolah murah jadi nyata. Siswa dekat dengan sekolah, dan tujuannya menjadi sangat bagus. Tidak ada pihak yang dirugikan, baik sekolah negeri maupun swasta,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending