Connect with us

METROPOLITAN

Sebut Wahidin Halim Bohong Besar soal Pencabutan Trayek Murni Jaya, Aliansi Advokat Siapkan Gugatan

Published

on

Kondisi Bus Murni Jaya yang terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Boru.(istimewa)

Serang –  Kecelakaan lalu lintas yang dialami Bus Murni Jaya jurusan Jakarta-Labuan kembali terjadi, Kamis malam, 4 Juli 2019. Kali ini bus menghantam pengendara Yamaha Vixion di Raya Pandeglang – Labuan, tepatnya di Kampung Rokoy, Desa Sukasari, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang.

Kecelakaan terjadi setelah bus Murni Jaya dengan nomor Polisi A 7647 KC itu diduga gagal menyalip hingga menabrak pengendara motor Yamaha Vixion bernomor polisi A 4373 DA hingga ringsek.

BACA JUGA: Lagi-lagi Murni Jaya Kecelakaan, Kali Ini Tabrak Pengendara Yamaha Vixion di Kaduhejo

Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Murni Jaya, mengingatkan pada kejadian beberapa bulan lalu, di Jalan Syekh Nawawi al-Bantani, Kecamatan Curug, Kota Serang. Saat itu, kejadian tabrakan beruntun antara dua bus Murni Jaya dan satu mobil box mengakibatkan seorang kernet meninggal dunia.

Menyikapi hal itu, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengaku akan mengambil tindakan tegas dengan berkirim surat permohonan untuk pencabutan izin operasional perusahaan bus tersebut ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Namun, rupanya pencabutan izin tersebut sampai saat ini belum dikeluarkan oleh Kemenhub. Hal ini terbukti Murni Jaya masih tetap beroperasi dan kembali memicu kecelakaan lalu lintas.

Aliansi Advokat Peduli Transportasi Publik Banten (APTPB) menilai Gubernur Banten WH tidak serius dalam menyelesaikan persoalan trayek Bus Murni yang sering memakan korban tersebut. 

“Wahidin Halim untuk mengenai pencabutan izin trayek Bus Murni adalah bohong besar, dan Pak Gubernur tidak serius menyelesaikan masalah ini. Masyarakat pun menjadi korban secara terus menerus,” ungkap Koordinator APTPB, Raden Elang Yayan Mulyana melalui sambungan telepon, Jumat, 5 Juli 2019.

Berdasarkan data APTPB, sepanjang 2019 ini, Bus Murni telah mengalami empat kali kecelakaan dengan jumlah korban 1 orang tewas dan 7 orang luka berat. Data ini sudah termasuk kecalakan Kamis malam di Kabupaten Pandeglang. 

Raden mengaku, pihaknya saat ini sedang menyiapkan bukti-bukti korban Bus Murni lainnya untuk menggugat hukum ke Pengadilan Serang. Pihak yang akan digugat, yakni Pemerintah Provinsi Banten, Kementerian Perhubungan, dan PO Bus Murni. 

“Kita harus segera bertindak, dan mulai besok surat gugatan sudah masuk ke pengadilan,” tegasnnya.

Saat dikonfirmasi, Kadishub Banten Tri Nurtopo mengaku surat ijin pemberhentian trayek bus murni jaya di Banten akan keluar pada pekan depan.

“Akan turun dari Kementerian Perhubungan. Ya harusnya hari-hari ini dari Kementerian ke Pemerintah Banten. Tapi gagal, karena sedang sibuk. Kita janji minggu depan hasilnnya akan diberitahu, untuk penyelesaian Bus Murni. Karena masyarakat selalu menjadi korban,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending