Connect with us

METROPOLITAN

Proyek PLTB Milik Investor Jepang dan Amerika di Pandeglang Terancam Batal, Irna Kelabakan    

Published

on

Bupati Pandeglang Irna Narulita ngaku tak peduli tak didukung Partai Gerindra pada Pilkada Pandeglang 2020. Irna menegaskan dirinya pro Jokowi. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Sejumlah investor yang bakal menanamkan modalnya di Kabupaten Pandeglang terancam batal. Hal itu karena, Revisi Perda RTRW yang tinggal menunggu restu dari pemerintah pusat sampai saat ini tidak ada kejelasan.

Adapun investor yang terancam batal menanamkan modalnya meski pada tahun lalu sudah mengurus izin ke DPMPTSP seperti proyek Pembangkit Listrik Tenaga Banyu (PLTB) milik Investor asing dari Jepang, Prancis dan Amerika.

Rencanaya ketiga investor itu, akan membangun PLTB di lokasi yang berbeda seperti Investor dari Jepang, mereka akan membangun di wilayah Desa Tanjungjaya, Panimbang dan Desa Banyuasih, Cigeulis. Sementara dua investor lainnya akan membangun PLTB di Kecamatan Cikeusik dan Cimanggu.

“Itu kan sudah lama ya, tapi sampai saat ini (PLTB) belum ada aksi. Kalau ada aksi biasanya memberi tembusan ke kami,” kata Kabid Perizinan DPMPTSP Pandeglang, Eric Widiaswara, Senin, 8 Juli 2019.

“Banyak sebetulnya investor yang mau masuk, akan tetapi RTRW yang belum selesai, jadinya terhambat,” tambahnya.

Sementara Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengakui jika tidak sedikit investor yang bakal berinvestasi di Pandeglang. Hanya saja saat ini Pemkab Pandeglang masih menunggu keputusan Perda revisi RTRW dari Pemerintah Pusat. Padahal, Irna mengklaim sudah menyelesaikan semua persyaratan.

“Ibu juga bakal audiensi ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN). Nanti ibu pertanyakan tersumbatnya dimana, padahal semua usulan-usulan, permohonan, dan dokumen yang kurang sudah kami lengkapi,” jelasnya.

Irna juga mengaku takut investor yang sudah siap berinvestasi, ekspose, dan melengkapi persyaratan atau mengurusi izin batal menanamkan modalnya, karena terkendala RTRW. Oleh karenanya pengesahan RTRW diharapkan dipercepat.

“Kan sayang juga kalau pada kabur, apalagi yang siap berinvestasi itu perusahaan-perusahaan besar seperti dari Jababeka, Malaysia, Korea dan lainnya. Ibu sudah sampai perang batin, kalau mau dihitung investasinya mencapai triliunan. Karena hampir semua pengusah pasti ekspose kalau mau berinvestasi di Pandeglang,” tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending