Connect with us

METROPOLITAN

Jelang Agustus, Petani di Serang Dianjurkan Setop Penanaman Padi

Published

on

Kekeringan melanda 553 hektar sawah di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Serang- Dinas Pertanian Kabupaten Serang mengimbau para petani yang terletak di daerah  ujung barat laut pulau Jawa ini untuk menyetop penanaman padi di areal pesawahan menjelang bulan Agustus 2019. 

Pasalnya, tepat di bulan kemerdekaan RI itu dipredikasi musim kemarau akan melanda Kabupaten Serang. 

“Ya kalau kita menganjurkan untuk daerah-daerah tak ada hujan itu tidak dulu menanam padi, diganti seperti palawija jagung kedelai, sayuran kacang-kacangan,” kata Zaldi Duhara Kabid Pertanian Kabupaten Serang kepada Wartawan, Selasa 9 Juli 2019.

Menghadapi musim kemarau, Zuldi mengaku tengah mempersiapkan alat pompa air. Namun bagi wilayah yang tidak memiliki aliran sungai atau sumber air agar menghentikan terlebih dahulu aktifitas pertanianya.

“Ya, kalau untuk antisipasi, lokasi yang ada sumber air kita siapkan pompa di mobilisasi, kalau seandainya kekeringan meluas yang memiliki sumber air masih bisa jalan terus tapi kalau seandainya tempatnya tidak memiliki air seperti kolam sungai dan lainnya, memang harus menghentikan kegiatannya jangan dipaksakan terus,”tututnya.

Dampak kekeringan saat ini belum meluas seperti pada tahun sebelumnya, Hal tersebut, jelad Zuldi terbukto dengan belum banyaknya laporan wilayah pertanian yang mengalami kekeringan.

“Kalau luasan sih lebih luasan tahun lalu dibandingkan sekarang, karena ini perubahan iklim yang relatif tiba-tiba, yang tadinya diperkirakan akan masih hujan di bulan juni juli tapi ternyata masuk musim kemarau jadi tadinya sudah tanam kemudian kekurangan air tiba-tiba akhirnya mereka terdampak kekeringan atau puso,” terangnya.

Dinas Pertanian sejauh ini telah mendata daerah pertanian yang terdampak kemarau, dan sejauh ini data masih terus di update per 15 hari.

“Kalau bulan lalu 272 hektar bulan juni, per hari ini ada 28 hektar dari dua kecamatan tapi statusnya masih terkena belum puso, cikande Pamarayan, Jawilan, Petir, Cikeusal, datanya tiap hari tapi di rekapnya perlimabelas hari,” pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending