Connect with us

METROPOLITAN

Tak Laku Dijual di Malaysia, Emas Rampokan dari Toko Emas di Balaraja Senilai Rp 1,5 M Dibuang ke Tong Sampah

Published

on

Polda Banten berhasil mengungkap kasus perampokan toko emas di Balaraja yang dilakukan dua WNA Malaysia. Foto: Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi ketika mengekspose kasus penemuan mayat dalam karung di Pantai Tegal Papak, Pandeglang.(Dok.BantenHits.com)

Serang – Tim gabungan Polresta Tangerang dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Tangerang AKP Gogo Galesung, berhasil mengungkap kasus perampokan Toko Emas Permata di Balaraja yang terjadi Sabtu pagi, 15 Juni 2019 lalu yang dilakukan dua WNA Malaysia.

BACA JUGA: Perampok Toko Emas di Balaraja Ditangkap karena Terlibat Perampokan Dua SPBU di Malaysia

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Eddy Sumardi didampingi oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Novri Turangga mengatakan, kedua pelaku yakni Muhammad Nazri Fadzil (26) dan Muhammad Nur Iskhandar (24).

Dalam keterangan tertulis yang diterima BantenHits.com, berdasarkan hasil interogasi kepada pelaku di Malaysia diketahui, pelaku mempelajari lokasi perampokan hanya menggunakan aplikasi Waze yang ada di handphone pelaku.

Pelaku mengakui bahwa barang bukti hasil kejahatan berupa emas dibawa oleh pelaku ke Malaysia. Pada saat hendak dijual barang berupa emas tersebut tidak laku dijual . Dan akhirnya oleh pelaku dibuang ke tong sampah di daerah Kuala Lumpur Malaysia.

Saat ini kedua pelaku ditahan di Kantor Kepolisian Marah Pahang Malaysia, atas kejahatan yang diperbuatnya, yaitu pencurian terhadap dua TKP SPBU di daerah Maran, Malaysia. 

Selain merampok Toko Emas Permata yang menyebabkan kerugian sebesar Rp 1,5 miliar, sehari sebelumnya pelaku merampok SPBU 34.15606, KM. 43, Kampung Gelebeg RT/RW 002/004, Desa Sukamulya, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Jumat, 14 Juni 2019 sekitar 17.55 WIB.

Di Toko Emas Permata, pelaku membawa benda berbentuk senjata api dan samurai langsung melompat masuk ke dalam toko yang saat itu sedang ada aktivitas jual beli.

Kedua orang tersebut kemudian mengambil emas yang berada di etalase sebanyak 6.000 gram atau senilai Rp 1,5 miliar. Setelah mengambil emas kemudian pelaku melarikan diri ke arah Balaraja.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending