Connect with us

METROPOLITAN

Sungai Ciujung Tercemar, Gubernur Banten Minta Industri Diseret ke Pengadilan

Published

on

Sampan nelayan terparkir di atas Sungai Ciujung di Kampung Jongjing, Desa Kebon Jeruk, Kecamatan Titrayasa, Kabupaten Serang, Senin, 8 Juli 2019. Warga mengeluhkan kondisi Sungai Ciujung yang berubah hitam dan berbusa serta bau. (BantenHits.com/ Nurmansyah Iman)

Serang – Kondisi Sungai Ciujung dicemaskan sejumlah kalangan, menyusul airnya yang berubah hitam kecoklatan diduga akibat tercemar limbah industri.

PT Indah Kiat Pulp & Paper diduga turut berkontribusi atas tercemarnya Sungai Ciujung di Kampung Jongjing, Desa Kebon Jeruk, Kecamatan Titrayasa, Kabupaten Serang.

BACA JUGA: Sepotong Kenangan dan Ancaman Nyata Bencana Lingkungan di Sungai Ciujung

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengaku pihaknya sudah mengetahui kondisi kekinian Sungai Ciujung. Sejak Sungai Ciujung menghitam, pihaknya sudah turunkan tim agar Sungai Ciujung dilakukan penataan.

Berdasarkan hasil penataan tersebut kata WH, pihaknya sudah mengantongi bukti bahwa benar kondisi Sungai Ciujung yang menghitam diakibatkan oleh limbah pabrik.

“Ini juga jadi (kasus) hukum dan jadi bahan juga untuk polisi untuk menegakkan (hukum), karena ini masuk (pelanggaran) undang-undang kan. Dulu saya juga (menindak pencemaran) Cisadane tidak gampang itu,” kata WH kepada awak media di Mapolda Banten usai hadiri acara perayaan HUT Bhayangkara ke-73, Rabu 10 Juli 2019.

WH menyatakan akan mendorong Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Serang untuk melaporkan, jika nanti pihak perusahaan tidak mau bertanggung jawab akibat dampak limbah pabrik.

“Lingkungan hidup harus melaporkan nanti, kalau memang pengusaha tidak tanggung jawab buang-buang limbah sembarangan. Itu saya serahkan kepada bupati dan wakilnya itu,” tegas WH.

Selain menyiapkan sanksi, tim pemantauan Pemprov Banten menyiapkan fakta dan bukti, hasil terkait pencemaran Sungai Ciujung.

“Bukan (hanya) sanksi. Ada pelanggaran undang-undang laporkan ke pengadilan,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending