Connect with us

METROPOLITAN

Digunakan Ulama Banten untuk Intai Penjajah, Warga Ukirsari Serang Tolak Aktivitas Pertambangan di Gunung Lempuyang

Published

on

Masyarakat ketika musyawarah mengenai izin aktivitas pertambangan di Gunung Lempuyang. (BantenHits.com/Nurmansyah).

Serang- Warga desa Ukirsari, Kabupaten Serang menolak secara keras aktivitas pertambangan di Gunung Lempuyang, Bojonegara, Kabupaten Serang. Pasalnya aktivitas yang dilakukan oleh PT Waskita Beton Precost itu dinilai akan merusak histori gunung yang kerap digunakan para ulama Banten untuk mengintai penjajah.

Belum lagi, aktivitas pertambangan juga dikhawatirkan akan merusak kondisi lingkungan sekitar.

Untuk diketahui saat ini aktivitas perakitan alat berat yang dilakukan PT Waksita Beton Precost untuk pembuatan pondasi sampai dengan stone crusher yang sudah siap untuk digunakan.

“Hasil dari musyawarah yang kita lakukan dengan mengundang beberapa stake holder seperti pihak Kecamatan, Desa, dan masyarakat sekitar menolak pertambangan tersebut untuk beraktivitas,” katanya kepada awak media, Kamis, 11 Juli 2019.

BACA :  Disdukcapil Kota Serang Setop Cetak e-KTP

“Kami masyarakat yang terdampak sangat risau dan was-was dengan adanya galian tersebut, kita merasa aktivitas itu semua sangat membahayakan bagi lingkungan sekitar,” lanjutnya.

Ari menjelaskan bahwa dari histori Gunung Lempuyang memiliki sejarah yang perlu di perhitungkan, pada masa penjajahan, Gunung Lempuyang digunakan oleh para ulama setempat untuk mengintai penjajah.

Kemudian dari sisi spiritual, di atas Gunung Lempuyang terdapat makam kramat yang sering di ziarahi oleh masyarakat sekitar.

Lanjut Ari, dampak dari pertambangan yang dialami oleh petani persawahan juga rawan banjir bila ssaat musim hujan. Bahkan sudah merusak persawahan hingga gagal panen

“Kami mohon perhatian dan kepedulian dari Instansi terkait, agar perusahaan milik BUMN tersebut untuk diberhentikan,” pungkasnya

BACA :  Hari Ini, Wahidin Halim Berlakukan PSBB untuk Seluruh Daerah di Banten

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler