Connect with us

METROPOLITAN

Terkuak, Pembunuhan di BTN Mandala Didasari Sakit Hati

Published

on

Wakapolres Lebak Kompol Wendy Andrianto didampingi Kasatreskrim Polres Lebak AKP Oka Nurmulia Hayatman saat melaksanakan ekspose mengenai pembunuhan di BTN Mandala. (BantenHits.com/Fariz Abdullah).

Lebak- Angga Wijaya dan Septian Maugalana alias Cepi atau CP resmi ditetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan di BTN Mandala, desa Kaduagung Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Selasa, 10 Juli 2019.

Dua warga desa Hariang, Kecamatan Sobang itu diketahui telah merencanakan pembunuhan terhadap Endang Hidayat (39) warga desa Sindanglaya, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak.

Baca Juga: Sempat Pura-pura Tersekap dan Kritis, Pemuda Ini Juga Disebut Pelaku Pembunuhan di BTN Mandala

Keduanya tega menghabisi nyawa tukang bakso itu lantaran didasari sakit hati. Karena Endang disebut-sebut tidak pernah memberikan uang transferan dari orang tua Angga yang berada di Arab.

BACA :  Ibadah di Universitas Pelita Harapan Digelar Live Streaming Gara-gara Corona

“Endang dan Angga ini saudara. Angga sakit hati karena uang transferan ibunya tidak pernah dikasihkan oleh Endang,”kata Wakapolres Lebak Kompol Wendy Andrianto saat ekspose di Mapolres Lebak, Jumat, 12 Juli 2019.

Wendy mengungkapkan atas dasar sakit hati itu Angga menghubungi CP untuk bersama-sama membunuh Endang. Dengan di iming-imingi uang Rp. 10 juta CP tertarik untuk melakukan tindakan kejam itu.

“Satu hari sebelum kejadian mereka merencanakan aksi pembunuhan itu. Hingga Senin, 9 Juli 2019 malam, Angga menjemput CP di Terminal Mandala,”ungkapnya.

“Angga dan CP akhirnya tiba di kontrakan Endang. Saat Endang tertidur keduanya langsung menghabisi nyawa Endang dengan senjata tajam yang sengaja dibawa oleh CP,”sambungnya.

BACA :  Irna Panggil Camat Cimanggu Terkait Dugaan Pungli Pilkades

Melihat kondisi Endang sudah bersimbah darah, Angga membantu CP melarikan diri melalui atap genting kontrakan Endang.

“CP kita tangkap di hutan Kaloncing,”katanya.

Baca Juga: Hanya 12 Jam, Pelaku Pembunuhan Warga di BTN Mandala Dibekuk Petugas

Sementara Kasatreskrim Polres Lebak AKP Oka Nurmulia Hayatman menerangkan dalam menjalankan aksinya Angga berperan sebagai otak pembunuhan sedangkan CP sebagai eksekutor.

“Walaupun saat kejadian Angga sempat menusuk korban satu kali,”ucap Oka.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya Angga dan CP dijerat pasal berlapis 340, 338 dan 170 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman penjara seumur hidup.

Editor: Fariz Abdullah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler