Connect with us

METROPOLITAN

DP3AKB Klaim Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Ibu Kota Banten Menurun

Published

on

Ilustras Kekerasan terhadap anak (Keprinet)

Serang – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana atau DP3AKB Kota Serang mengklaim angka kasus kekerasan terhadap anak dan peremuan di ibu kota Banten menurun drastis.

Dark catatan DP3AKB selama tahun 2019 periode Januari – Juli tercatat 14 kasus dimama 8 diantaranya kasus pemerkosaan terhada perempuam dan anak. Jumlah ini jauh lebih kecil dengan angka kekerasan pada tahun 2018 yang mencapai 34 kasus.

“Umurnya ada yang 6 tahun, yang paling kecil ada 4 tahun dan paling besar 11 tahun, dan ini cendrung dilakukan oleh orang-orang dekat korban seperti tetangga bahkan ada dari anggota keluarga,” Kepala Dinas DP3AKB Toyalis kepada awak media, Jum’at 12 Juli 2019.

Dari 14 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, Toyalis menilai karena dipicu oleh faktor lingkungan, salah pergaulan hingga pemahaman terhadap noma- norma agama yang minim kepada para pelaku itu sendiri.

“Faktor lingkungan, kalau anak-anak pengaruh dari Handphone liat film gitu,” ucapnya.

Untuk mengatasi hal ini DP3AKB Kota Serang telah membentuk Pusat Pendidikan Keluarga (PUSPAGA) sebagai upaya pencegahan dini.

“Kami selalu mendapatkan laporan setelah kejadian dan kami membantu anak (korban) itu sampai pemulihan serta yang menanganinya nanti ada dari psikolog sama pendidikan untuk anak,” tegasnya.

Sementara itu Wali kota Serang Syafrudin mengaku prihatin atas kejadian itu, dan ia menekan dinas terkait untuk terus melakukan penyuluhan tentang pencegahan kekerasan seksual kepada anak dibawah umur.

“Kepada dinas terkait menenangkan untuk bisa menangani dengan serius tanpa ada basa-basi ya g berbuat seperti itu ditindak sesuai hukum,” pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending