Connect with us

METROPOLITAN

Makan Pecak Bandeng Bareng Wanita, ‘Wartawan’ di Serang Tiba-tiba Tergeletak dan Tewas

Published

on

Petugas kepolisian ketika mengevakuasi jasad wartawan yang ditemukan tewas usai memakan Pecak Bandeng. (BantenHits.com/Nurmansyah Iman).

Serang – Ahmad Suwardi HZ (60) warga Gria Lopang Indah, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kabupaten Serang ditemukan tewas di sebuah rumah makan Pecak Bandeng di bilangan Kota Serang, Jumat, 12 Juli 2019.

Ahmad yang diketahui berprofesi Wartawan itu tewas seketika usai menyantap pecak bandeng bersama rekan wanitanya. Peristiwa itu terjadi usai salat Jumat sekitar pukul 13.30 WIB. saat lahap makan secara tiba-tiba Ahmad tergeletak mengalami muntah-muntah dan akhirnya meninggal dunia.

“Ia betul, ada laporan bahwa saudara Ahmad meninggal dunia saat memakan pecak Bandeng,”kata kapolsek Cipocok Jaya, Kompol Bambang Wibisono  saat dihubungi melalui telpon genggam, Jumat 12 Juli 2019.

“Awal mula korban di pecak bandeng singlor makan bersama temen perempuanya bernama Erna ketika melaksanakan makan siang tiba-tiba korban tergeletak dan muntah,”sambungnya.

Warga yang melihat kejadian tersebut langsung menghubungi petugas kepolisian Polsek Cipocok  Jaya.

Petugas Kepolisian langsung mendatangi lokasi besama tim media PSC Kabupaten Serang dan membawa Korban ke RSUD Drajat Prawira Serang.

“Warga laporan ada penemuan mayat, petugas Polsek Cipocok Jaya dan tim medis PSC Kabupaten Serang mendatangi TKP untuk mengamankan TKP dan selanjutnya membawa ke RSUD Drajat Prawira Serang untuk dilakukan tindakan lebih lanjut,”tuturnya.

Sementara itu, Wati salah satu wartawan yang pernah liputan di wilayah Pemerintahan Provinsi Banten membenarkan bahwa Ahmad merupakan wartawan berstatus mingguan.

“Iya dia wartawan provinsi, wartawan mingguan, dia punya jasa banyak ke saya, dia yang pertama ngajak liputan di provinsi,”terangnya.

Editor: Fariz Abdullah

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. siti reni maesaroh

    14/07/2019 at 15:33

    Saya Dari pihak keluarga mohon Dengan sangat agar Berita ini segera ditarik Dan bapak/ibu Yang menulis dan menerbit kan berita ini untuk di tarik…..tolong itikat baik nya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − six =

Trending