Connect with us

METROPOLITAN

KNB Ingin Pemkab Serang Pidanakan Industri Penyebab Menghitamnya Sungai Ciujung  

Published

on

Sampan nelayan terparkir di atas Sungai Ciujung di Kampung Jongjing, Desa Kebon Jeruk, Kecamatan Titrayasa, Kabupaten Serang, Senin, 8 Juli 2019. Warga mengeluhkan kondisi Sungai Ciujung yang berubah hitam dan berbusa serta bau. (BantenHits.com/ Nurmansyah Iman).

Serang- Gubernur Banten Wahidin Halim meradang setelah mengetahui kondisi sungai Ciujung yang kerap kali menghitam setiap bulannya. Orang nomor satu di Banten ini mendesak pemerintah daerah tidak tinggal diam.

Bahkan, mantan Wali Kota Tangerang ini menyarankan agar Pemkab Serang menyeret industri yang disebut-sebut menjadi penyebab utama sungai Ciujung menghitam itu ke pengadilan.

Baca Juga: Sepotong Kenangan dan Ancaman Nyata Bencana Lingkungan di Sungai Ciujung

Saran dari Wahidin Halim itu rupanya sejalan dengan pemikiran Koalusi Nelayan Banten atau KNB. Mereka mendorong pemerintah agar segera melakukan tindakan penegakan secara hukum.

“Pemerintah Kabupaten serang bisa melaporkan tindak pidana pencemaran ini dengan jeratan Pasal 104 UU No.32 Tahun 1999 tentang Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan Hidup. ini dimaksudkan untuk membuat efek jera terhadap penanggung jawab kegiatan usaha yg melakukan pencemaran tadi,” Kata Daddy Hartadi, Presidium KNB, kepada Bantenhits, Minggu 14 Juli 2019.

Daddy menegaskan dengan adanya upaya hukum yang dilakukan pemerintah akan memberikan efek jera terhadap penyumbang limbah ke sungai Ciujung yang di sebut-sebut kiriman dari PT Indah Kiat Pulp & Paper.

“Penanggung jawab usahanya ditindak secara hukum dan badan usahanya diwajibkan melakukan pemulihan lingkungan untuk mengembalikan fungsi dan manfaat lingkungan, sementara kegiatan usaha masih bisa berjalan tanpa harus menyetop operasional perusahaan dan tidak berdampak pada tenaga kerja yg ada di perusahaan,”tegasnya.

Baca Juga: Sungai Ciujung Tercemar, Gubernur Banten Minta Industri Diseret ke Pengadilan

Ia juga menduga seringnya sungai Ciujung menghitam hingga berbusa yang diduga disebabkan oleh limbah buangan dari pabrik raksasa ini lantaran minimnya pengawasan dari instansi terkait.

“Selama ini Dinas Lingkungan Hidup tidak melakukan pengawasan dan pengendalian yg benar terkesan lemah dihadapan perusahaan.Padahal negara memiliki kewenangan besar untuk memberikan sangsi dalam menegakkan hukum,”terangnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending